Berita Semarang

Gubernur Sebut Kota Semarang Masih Berzona Merah, Hendi: Apa Benar Cuma Tiga Daerah di Jateng?

Hendi mempertanyakan apakah benar hanya tiga daerah yang masih menjadi zona merah di Jawa Tengah. Termasuk dianggapnya menuju zona hijau bukan lomba.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal tiga daerah berzona merah, termasuk Kota Semarang, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menanggapi terkait warning atau peringatan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang menyatakan Kota Semarang masih masuk zona merah Covid-19.

"Kami terima kasih atas warning dari Gubernur Jateng. Akan kami tindaklanjuti di lapangan," ucap Hendi, sapaan akrabnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (17/6/2020).

Namun Hendi mempertanyakan apakah benar hanya tiga daerah yang masih menjadi zona merah di Jawa Tengah.

Kisah Guru SD Cari Anak yang Mau Sekolah, Tiap Hari Telusuri Gang Kompleks Makam Bergota Semarang

KA Kamandaka Kembali Layani Penumpang Mulai 19 Juni, Relasi Purwokerto- Semarang, Berikut Jadwalnya

Dibuka Mulai Hari Ini, Pendaftaran PPDB SMA dan SMK di Jateng, Berikut Syarat dan Tata Caranya

Jika data tersebut dari provinsi seharusnya memiliki data akurat di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Kami sempat telepon dua kepala daerah yang dimaksud itu."

"Mereka masih menyampaikan kegalauannya karena tes massal di tempat publik, jumlah penderita bertambah."

"Dua daerah yang diskusi dengan kami itu ternyata pula tidak masuk zona merah yang disebutkan Gubernur Jawa Tengah," katanya.

Meski demikian, bagi Hendi, peringatan bahwa Semarang masih masuk zona merah merupakan sebuah bentuk perhatian dari Gubernur Jawa Tengah.

Dimana agar Kota Semarang bisa berbenah lebih baik, khususnya dalam kaitannya Covid-19.

Menurutnya, perlu upaya menghimpun data yang lebih jelas dan akurat.

Kasus Covid-19 ini bukan seperti pertandingan, berlomba-lomba secara cepat menuju zona hijau.

"Kalau hanya pertandingan tapi pergerakannya tidak sama, pasti dimenangkan oleh wilayah yang tidak melakukan tes massal di tempat keramaian."

"Buat kami ini bukan pertandingan."

"Ini upaya Pemkot Semarang untuk bisa segera menyelesaikan persoalan Covid-19 di Kota ini," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved