Teror Virus Corona

19 Ibu Hamil Reaktif, Dinkes Blora: Semoga Hasil Swab Tidak Positif Covid-19

Hingga Rabu (10/6/2020) di Kabupaten Blora, sebanyak 3.449 orang sudah menjalani rapid test dan 312 orang dinyatakan reaktif.

Editor: deni setiawan
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
ILUSTRASI - Petugas medis menunjukkan alat rapid test. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Rapid test secara massal semakin gencar dilakukan pemerintah di tiap daerah, termasuk di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pemkab Blora memasifkan rapid test massal itu untuk memutus penyebaran Covid-19.

Selain di pusat keramaian, pelaksanaan rapid test juga menyasar para ibu hamil.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Blora, Lilik Hernanto menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 3.449 orang sudah menjalani rapid test dan 312 orang dinyatakan reaktif.

Bakal Sulit Cari Warga Nganggur di Sini, Mengintip Sentra Konveksi Desa Kebutuhduwur Banjarnegara

Saya Kalau Tidak Pakai Ini Badan Sakit Semua, Satnarkoba Polres Kendal Tangkap Sopir dan Kernet Truk

Bupati Banjarnegara: Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak, Termasuk Pasien Reaktif Negatif

Lapor Polisi Karena Jadi Korban Begal, Pemuda Asal Wonogiri Ini Justru Dijebloskan ke Penjara

Dari 312 orang reaktif ini, sambung dia, tercatat 22 orang hasil pemeriksaan swab tenggorokannya terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sehingga jika hasil rapid test reaktif belum pasti positif Covid-19," kata Lilik seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Dijelaskan Lilik, sebanyak 229 ibu hamil di Blora juga sudah menjalani rapid test.

Hasilnya, 19 orang di antaranya menunjukkan reaktif dan selanjutnya sampel liur tenggorokannya akan diperiksa.

"Semoga saja dari hasil swab tidak ada yang positif Covid-19," ujar Lilik.

Sementara berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blora, untuk kasus positif Covid-19 tidak ada penambahan sejak 3 Juni 2020.

Dengan total 30 kasus, rinciannya 5 sembuh, 3 meninggal dunia, dan 22 masih dirawat di rumah sakit.

"Tim medis terus berupaya semaksimal mungkin dan tentunya untuk pasien positif Covid-19 butuh dukungan keluarga agar kondisi psikisnya tidak tertekan."

"Dengan demikian, imunitas membaik melawan virus corona," sebut Lilik.

Catatan redaksi soal rapid test

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh.

Bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rapid Test Ratusan Ibu Hamil di Blora, 19 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif"

Warga Semarang Bisa Cek Terima Bansos Tidaknya Melalui Ini

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Update Pilbup Purbalingga, Adik Ipar Gubernur Ganjar Pranowo Bersanding dengan Zaini Makarim Atik

Cuma Empat Kategori Ini, Terjaring Tak Gunakan Masker Tapi Terbebas dari Karantina di Purbalingga

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved