Virus Corona Jateng

UPDATE Corona Jateng 5 Juni 2020: Positif Covid-19 Lewati Angka 1.500 Kasus, 105 Pasien Meninggal

UPDATE Corona Jateng 5 Juni 2020: Positif Covid-19 Lewati Angka 1.500 Kasus, 105 Pasien Meninggal

Penulis: Like Adelia | Editor: yayan isro roziki
Shutterstock
Ilustrasi virus corona di Indonesia - Berikut perkembangan virus corona di Jateng, per Jumat 5 Juni 2020 pukul 08.10. 

Saat ini pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 1.591 kasus. Dengan rincian 604 menjalani perawatan, 882 sembuh dan 105 kasus meninggal. PDP atau Pasien Dalam Perawatan berjumlah 5.972. 762 masih menjalani perawatan, 4.381 dinyatakan sembuh dan 829 kasus meninggal.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemerintah Jawa Tengah merilis data jumlah kasus dan juga peta penyebaran virus corona di laman corona.jatengprov.go.id.

Update kasus virus Covid-19 atau Corona di Jawa Tengah pagi ini, Jumat 5 Juni 2020 update terbaru pukul 08.10 WIB.

Dari data di laman tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Jateng lebih dari angka 1.500 kasus.

Selain bisa mengakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Komisioner Bawaslu Banjarnegara Reaktif Virus Corona Sepulang dari Semarang

Pasar Manis Purwokerto Terapkan New Normal, Begini Protokol Belanja bagi Pedagang dan Pembeli

Pedagang Pasar Wajib Kenakan Face Shield, Pedoman New Normal Kementrian Perdagangan

Di laman ini juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Pasien positif terus bertambah, bahkan sudah melewati angka 1.500.

Saat ini pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 1.591 kasus.

Dengan rincian 604 menjalani perawatan, 882 sembuh dan 105 kasus meninggal.

PDP atau Pasien Dalam Perawatan berjumlah 5.972.

762 masih menjalani perawatan, 4.381 dinyatakan sembuh dan 829 kasus meninggal.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan atau ODP berjumlah sebanyak 36.534.

1.184 masih dalam pemantauan dan 35.350 sudah selesai tahap pemantauan.

Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagas gerakan pola hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19.

Gerakan ini pun telah disampaikan ke bupati dan wali kota di Jateng agar bisa bersama-sama bertindak.

"Mengingat angka-angka Covid-19 masih dinamis, maka kita harus dorong pola hidup baru.

Mulai sekarang kami buat 'Hidup Bersama Covid-19'.

Move on yuk. Kita harus merubah pola hidup baru," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020).

Sejumlah aspek kehidupan sosial diharuskan berubah sejalan pola hidup sehat agar terhindar dari corona.

Antara lain, masyarakat harus jaga jarak, kalau tidak bisa didenda oleh negara, selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun.

Misalkan tidak ada air mengalir, bisa pakai disinfektan yang siap sedia di kantong masing-masing.

"Sehingga, dalam sistem sosial ekonomi kita berubah menjadi gaya atau pola hidup baru," jelasnya.

Kemudian, aspek sosial lain yang harus diperhatikan di antaranya kerumunan dibatasi maksimal empat orang dan harus berjarak.

Lalu, sistem antri dibuatkan garis dan titik dengan jarak. Begitu juga dengan sistem transportasi yakni harus longgar.

Begitu juga di pasar, pabrik, kantor harus ada protokol ketat untuk jaga jarak.

Aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan terus menerus yang akhirnya menjadi kebiasaan atau gaya hidup.

"Hal itu bisa dilakukan agar kehidupan menjadi lebih mendekati normal. Ini tidak mudah tapi kita harus cari inovasi terus," ujarnya.

Soal keamanan di Jateng di tengah pandemi ini, Ganjar menyebut ada ekses dengan meningkatnya angka kriminalitas.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat tinggal dengan menghidupkan ronda atau berpatroli malam.

"Kekuatan nilai-nilai kultural harus dibangkitkan lagi. Tepo sliro, gotong royong, tidak berebut," ucap orang nomor satu di Jateng ini.

Terkait ketahanan pangan di desa, ia minta seluruh bantuan masyarakat yang beragam sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat di lumbung pangan tingkat RT/RW atau kelurahan/desa.

Itu dilakukan supaya untuk mengurangi ekses sosial. Tidak hanya bantuan dari pemerintah tapi juga dari nonpemerintah, Baznas, CSR, donasi dan lain-lain. (Lex)

 Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Update Virus Corona Jawa Tengah Pagi Ini Jumat 5 Juni 2020, Pasien Positif Dekati Angka 1.600

Gaji PNS, ASN, TNI, Polri, dan Karyawan Swasta Akan Semakin Banyak Potongan, Simak Daftarnya

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Kabupaten Tegal Berencana Buka Sekolah SD dan SMP, Sehari Masuk Sehari Libur

Cerita Taufik Hidayat, Legenda Bulutangkis Indonesia Berhasrat Khianati Negara

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved