New Normal Jateng

Ini Panduan Kegiatan Tempat Ibadah di Kota Semarang, Hendi: Saling Jaga Demi Kebaikan Bersama

Surat edaran Pemkot Semarang bernomor B/2209/451.1/VI/2020 dan ditandatangani Sekda Kota Semarang per 5 Juni 2020 itu tentang aturan tempat ibadah.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Tahap 2 Kota Semarang akan berakhir Minggu (7/6/2020).

Pemkot Semarang hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan perpanjangan atau penghentiannya.

Namun, di tengah penantian sebagian pihak terkait kebijakan selanjutnya yang akan diambil, Pemkot Semarang justru lebih dahulu mengeluarkan surat edaran khusus.

Pemkot Semarang Mulai Siapkan Perwal Menuju New Normal Bagi Perkantoran

Ini Alasan DMI Batang Masih Mengimbau Pengurus Masjid Gelar Salat Berjamaah

Dana Pelunasan Berangkat Haji Bisa Ditarik, Kemenag Banjarnegara: Semisal untuk Bayar Utang Dahulu

ASN Pemkot Salatiga Kembali Jalani Rapid Test, DKK: Pedagang dan Juru Parkir Berikutnya

Yakni tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tempat ibadah pada masa pandemi Covid-19.

Surat edaran itu bernomor B/2209/451.1/VI/2020 dan ditandatangani Sekda Kota Semarang per 5 Juni 2020.

Pemkot Semarang mendorong adanya aktivitas di tempat ibadah dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Dalam surat edaran tersebut, secara detail, pengelola tempat ibadah diminta untuk dapat berkomunikasi aktif dengan Pemkot Semarang.

Semisal untuk menginformasikan setiap aktivitas yang dilaksanakan agar standar operasional kesehatan dapat benar - benar diterapkan.

Jamaah pun diminta untuk dapat mendukung terjaganya standar kesehatan dalam aktivitas yang diikuti.

Yakni dengan membawa sendiri sarana kelengkapan ibadah seperti sajadah ataupun mukena.

Jarak aman antar jamaah selama mengikuti pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah juga ditetapkan untuk dapat dijaga paling sedikit satu meter.

Adapun untuk aktivitas di tempat ibadah yang didorong berjalan dengan ketetapan standar kesehatan tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan rutin.

Untuk kegiatan lain seperti akad nikah, salat jenazah, atau pengajian yang berpotensi melibatkan banyak orang juga didorong tetap menjaga standar prosedur kesehatan.

Salah satunya, selama kegiatan tersebut berlangsung, diharapkan jumlah kehadiran dapat dibatasi tidak lebih dari 20 persen kapasitas ruang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved