Teror Virus Corona
Ada Risiko Gagalnya New Normal dan Gelombang ke 2 Covid-19 di Jateng, Dinkes: Kami Siapkan Fasilitas
Dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah terus berbenah, mempersiapkan diri bila Jawa Tengah melakukan penerapan new normal di masa pandemi corona.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah terus berbenah, mempersiapkan diri bila Jawa Tengah melakukan penerapan new normal di masa pandemi corona atau covid-19 ini.
Kepala dinas kesehatan provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, ada tiga kriteria agar penerapan new normal bisa dijalankan.
Yang utama terkait dengan persiapan new normal yakni, pemerintah harus sudah bisa mengendalikan epidemiologi covid-19 dengan baik.
Hal itu, bisa diukur dengan R0 (reproduksi dasar) dan RT (reproduksi efektif) harus dibawah 1.
"Itu menunjukkan bahwa paling tidak dua minggu terakhir tidak terjadi kenaikan kasus. Atau tidak ada kasus baru. Itu menjadi pegangan," kata Yulianto, Rabu (3/6/2020) petang.
• Kursi Tiga Pejabat OPD Pemkab Purbalingga Kosong, Ini Langkah yang Dilakukan Bupati
• Daftar 3 Pasar di Kota Semarang yang Jadi Klaster Baru Penyebaran Virus Corona, Ditutup Tiga Hari
• Bersiap Sambut New Normal, Pemkab Kebumen Kaji Pembukaan Kembali Objek Wisata, Bagaimana Aturannya?
• Warga Tiga RT Kelurahan Bobosan Purwokerto Diduga Terserang Chikungunya
Selanjutnya, Yulianto mengatakan fasilitas kesehatan di Jawa Tengah harus terjamin.
Adapun saat ini, kesiapan fasilitas dikatakan Yulianto sudah tak ada masalah.
"Kita di Jawa Tengah itu sudah mantap. Kesiapan fasilitasi kita baik puskesmas, rumah sakit, kesiapan tempat tidur, ruang isolasi ketersediaan ventilator, ketersediaan SDM itu juga merupakan indikator penting kita dalam rangka menuju new normal tersebut. Dan itu kita pastikan siap," kata Yulianto.
"Untuk apa?, untuk apabila nanti new normal itu gagal, dan terjadi ledakan kasus atau gelombang kedua, maka fasilitas kesehatan kita ini sudah akan siap menghadapinya," jelasnya.
Adapun untuk kriteria ketiga yakni pemeriksaan swab test yang semakin banyak.
Untuk itu, pihak dinas provinsi meminta kepada dinas kesehatan kabupaten dan kota melakukan suatu tracing dan tes sebanyak-banyaknya.
Saat ini, ditargetkan 3.500 swab test.
"Bahkan kita memberikan suatu target tiap satu juta penduduk, paling tidak kita melakukan 3.500 tes."
• MUI Jateng: Shalat Jumat Bisa Dilaksanakan Dalam Dua Gelombang di Masa Pandemi Virus Corona
• Karantina Lokal, DKI Jakarta akan Terapkan PSBL setelah PSBB Berakhir, Apa Bedanya?
• Tak Cuma Hukum Push Up, Tidak Pakai Masker Pengendara Juga Bisa Ditilang Polisi di Banyumas
• Pejabat Baru Lapas Cilacap dan Nusakambangan Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya
"Tes ini yang kita maksud adalah tes PCR. Jadi pemeriksaan anti gen, Swab Test ukurannya. Bukan Rapid Test," katanya.
Untuk tes PCR ini, Yulianto menjelaskan, alat tes PCR juga semakin diperbanyak.