Senin, 27 April 2026

Berita Regional

Akhir Hidup Perajin Petasan yang Tewas Terbakar Oleh Karyanya

Sukarto, (55) warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, meninggal dunia karena ledakan mercon yang dibuatnya, Rabu (27/5/2020).

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Polisi saat meninjau lokasi ledakan mercon yang menewaskan satu warga Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember (Dokumentasi Polsek Jenggawah/Kompas.com) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sukarto, (55) warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, meninggal dunia karena ledakan mercon yang dibuatnya, Rabu (27/5/2020).

Bahkan, dua anak berstatus pelajar yakni SML (15) dan FTN (15) yang merupakan pembeli mercon ikut terluka.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat dua pelajar itu membeli mercon para Sukarto.

Mercon tersebut dibeli satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Rencananya akan diledakkan saat merayakan Idul Fitri.

Hasil Swab Test Massal di Mall Paragon Dan Media Penularan Virus Corona di Pasar Kobong

Cerita Emak-emak Pasien Positif Covid-19 di Banyumas Kabur, Panjat Tembok Rumah Sakit

Ganjar Cek Kesiapan Sarana Publik di Semarang, Jateng Bersiap Segera Terapkan New Normal?

Ingin Terbang ke Jakarta dari Yogyakarta, Calon Penumpang Pesawat Harus Penuhi Syarat Ini

Namun, saat hendak diledakkan, ternyata tidak bisa meledak. Akhirnya, tiga hari setelah Lebaran, dua pelajar tersebut mengembalikan mercon pada Sukarto untuk diperbaiki.

Mercon tersebut berdiameter sekitar 15 Sentimeter dengan panjang sekitar 25 sentimeter.

Sukarto memperbaiki mercon tersebut di dalam rumahnya.

Dia ditemani oleh SML dan FTN.

Setelah berupaya mencoba, ternyata mercon itu meledak.

Asap memenuhi rumah Sukarto dan membuat warga setempat geger.

Untung saja, ledakan tersebut tidak membuat rumahnya hancur.

Namun, Sukarto meninggal dunia saat itu juga.

“Korban yang meninggal dunia ini memang keahliannya adalah pengrajin petasan,” kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto, kepada Kompas.com, via telepon.

Korban meninggal dengan keadaan jari tangan kanan putus dan hancur.

Kemudian, ada luka menganga di bagian dada, luka di pipi bagian bawah sampai leher.

Sedangkan, dua pelajar yang ada di rumah tersebut mengalami luka ringan dan luka berat.

Keduanya dibawa ke RSD Balung untuk dirawat.

Sementara, polisi sudah memanggil kedua orangtua anak itu untuk didampingi.

Sunarto menuturkan, korban yang meninggal ini memang pembuat dan penjual petasan pada orang lain.

Bahkan, korban sudah pernah ditangkap oleh polisi dua tahun lalu.

Dia pernah dipenjara selama tujuh bulan karena menjual mercon.

“Sekitar satu atau dua tahun yang lalu keluar dari penjara,” terang dia.

Polisi mendapatkan sedikit barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi hanya menemukan ada sobekan kertas yang digunakan untuk pembuatan mercon.

Foto-foto Lengangnya Jalan Raya di Temanggung, Warga Main Bola hingga Tiduran di Hamparan Kasur

Kekhawatiran Wali Kota Solo Rudy Dirinya Jadi OTG dan Tularkan Virus Corona Tanpa Disadari

Tak Terima Ditegur karena Berisik Dalam Kamar Hotel, Pemuda Ini Pukuli Petugas di Bandungan

Emak-emak Ngamuk Tak Dapat Bantuan Sembako, Blokir Jalan Raya Palangkan Meja, Pohon dan Kayu

Kemudian, ada juga residu mesiu yang menempel di beberapa tembok yang sudah diambil oleh tim inafis.

Bahkan, ada juga serpihan potongan daging yang menempel di dinding tembok.

“Kami terus mendalami, dari mana bahan mercon ini didapatkan,” tutur dia.

Polisi menghimbau agar masyarakat tidak membuat mercon karena sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri dan warga sekitar.

“Kalau ada warga yang melihat ada aktivitas berkaitan petasan menggunakan bahan peledak, segera lapor pada kami,” pungkas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved