Berita Jateng
Ganjar Cek Kesiapan Sarana Publik di Semarang, Jateng Bersiap Segera Terapkan 'New Normal'?
Ganjar Cek Kesiapan Sarana Publik di Semarang, Jateng Bersiap Segera Terapkan 'New Normal'?
“Wali Kota Semarang masih memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Namun, kita harus siap seandainya grafik turun. Kan tidak bisa seperti membuka pintu air."
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - 25 daerah dan 4 provinsi di Indonesia bersiap mulai menerapkan 'New Normal' di saat pandemi Covid-19 belum berlalu. Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tidak termasuk di antaranya.
4 provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Gorontalo dan Sumatra Barat (Sumbar).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, meski sarana publik tidak dibuka dalam waktu dekat, namun persiapan tetap harus dihitung secara matang.
Karena itu, sebelum mulai menerapkan 'New Normal' segala sesuatunya harus terlebih dulu dipersiapkan.
“Wali Kota Semarang masih memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)."
"Namun, kita harus siap seandainya grafik turun. Kan tidak bisa seperti membuka pintu air,” kata Ganjar, seperti dalam keterangan tertulisnya.
Ganjar mengatakan, penetrasi awal harus dilakukan agar masyarakat terbiasa.
Untuk itu, setelah pada Selasa (26/5/2020) dirinya mengecek mall dan perkantoran, pada Rabu (27/5/2020) Ganjar mengecek sekolah dan tempat ibadah.
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• Daftar 25 Daerah di 4 Provinsi yang Terapkan New Normal, Kerahkan 34.000 Pasukan TNI-Polri
• Foto-foto Lengangnya Jalan Raya di Temanggung, Warga Main Bola hingga Tiduran di Hamparan Kasur
• Emak-emak Ngamuk Tak Dapat Bantuan Sembako, Blokir Jalan Raya Palangkan Meja, Pohon dan Kayu
Sekolah yang dikunjungi Ganjar adalah SMP Negeri 7 Semarang. Pada kesempatan tersebut, Ganjar meminta guru yang ada bersiap jika nantinya sekolah dibuka kembali.
Persiapan yang dimaksud antara lain seperti cara masuk siswa, hingga pengaturan tempat duduk.
Setelah itu, Ganjar mengunjungi Gereja Katedral Semarang. Ganjar melihat, di gereja tersebut belum ada persiapan khusus.
Pasalnya selama Covid-19, pelaksanaan ibadah dilakukan secara daring.
“Selama ini kami melaksanakan ibadah secara live streaming dua kali sehari, pagi dan sore,” kata Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko.
Uskup Rubiyatmoko menerangkan, tadinya pembatasan peribadatan ditetapkan sampai Minggu (31/5/2020).
Namun karena ketidakpastian kondisi, pembatasan peribadatan diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-new-normal.jpg)