Virus Corona Jateng
Usai Lebaran Ganjar 38 Ribu Alat Rapid Test ke Penjuru Jateng Untuk Tes Massal Deteksi Corona
Tingginya pergerakan masyarakat di bulan Ramadan dan lebaran, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar dilakukan rapid test massal.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tingginya pergerakan masyarakat di bulan Ramadan dan lebaran, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar dilakukan rapid test massal.
Untuk menunjang hal tersebut sampai saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mendistribusikan 38.111 rapid test ke seluruh kabupaten/kota.
Ganjar menyampaikan, rapid test massal bakal menyasar pusat-pusat keramaian yang kemungkinan jadi epicentrum baru dan kemungkinan bisa jadi transmisi lokal.
"Beberapa bupati dan walikota sudah melakukan. Seperti di Kota Semarang kemarin, di Pasar Kobong langsung menemukan 26 (21 positif hasil tes swab dan 5 reaktif rapid test, red). Selain itu dua masjid di Semarang Barat menemukan 3," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).
• Buntut Tawuran Antar Kampung di Cilacap, 9 Orang Ditahan Polres Cilacap
• Petugas Covid-19 Perbatasan Banjarnegara Pekalongan Dikeroyok, 7 Orang Jadi Tersangka
• Kemenkumham Sebut Wawancara Deddy Corbuzier dengan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Melanggar
• Remaja Ini Pukul dan Perkosa Gebetannya yang Berusia 15 Tahun di Toilet
Selain pusat-pusat keramaian tersebut, Ganjar juga mengatakan, jajarannya sampai saat ini terus melakukan penelusuran satu per satu orang dari daerah epicentrum.
Daerah epicentrum yang dimaksud misal dari Jakarta, Bogor, Gowa, dan Jawa Timur. Termasuk setelah outbreak terjadi di RSUP dr Kariadi, Salatiga, Purworejo, dan Kota Semarang.
"Kalau ini dirapid test lebih banyak lagi, kita akan tahu sebenarnya persebaran di masyarakat seperti apa representasinya," tuturnya.
Sampai saat ini 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah telah menerima distribusi rapid test.
Ganjar mengatakan, pendistribusian rapid test tersebut ditujukan ke dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan Covid-19.
"Minggu lalu kita sudah mendistribusikan beberapa peralatan, bahkan ada inisiatif dari daerah melakukan rapid test sendiri," kata Ganjar.
Sebagai informasi, sampai saat ini total alat rapid test sebanyak 38.111 telah terbagi dalam dua tahap.
Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi sebanyak 27.011. Untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370.
Dari jumlah tersebut, yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337, dengan jumlah reaktif 809 orang dan nonreaktif 21.528.
Sementara, untuk tahap kedua, yang sudah didistribusikan ke 35 kab/kota sejumlah 11.100.
Sampai saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411. Dengan hasil 94 di antaranya reaktif dan 3.317 nonreaktif.
Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363.
• Transgender di Perancis Menangi Pemilihan Wali Kota, Begini Programnya
• Truk Terperosok ke Jurang Sedalam 10 Meter Saat Dikendarai Gadis Berusia 14 Tahun
• Begini Skenario Ganjar untuk Penerapan New Normal di Jawa Tengah
• Wilayah Banyumas Raya Diguyur Hujan Lebat Malam Nanti, Simak Prakiraan Cuaca Menurut BMKG Hari Ini
"Sekarang kita tinggal meminta tempat kerumunan dirapid test. Selain mereka, yang pasti dirapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mall atau berasal dari daerah epicentrum Covid-19," kata Ganjar.
Ganjar menjelaskan, pelaksanaan rapid test secara masal tersebut sudah sangat mendesak untuk melihat perkembangan pascaRamadan dan lebaran kemarin.
Terlebih, dirinya mendapat laporan data dari Universitas Indonesia yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jawa Tengah versi Google sangat tinggi.
"Itu gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah mobile phone yang dia (warga) pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya kan hidup. Ternyata, kita (Jawa Tengah, red) cukup tinggi. Artinya, masih banyak yang keluyuran dan kerumunan. Jadi potensi penularan tinggi," tandasnya. (kan)