Berita Salatiga

Kenakan APD Tiga Lapis dan Jalankan Puasa, Perawat di Salatiga Pingsan Usai Layani Rapid Test Corona

Di saat para tenaga medis masih terus berjuang melawan virus corona, sebagian masyarakat mulai tidak mengindahkan imbauan pemerintah.

Editor: Rival Almanaf
((ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya))
Foto Ilustrasi : Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Di saat para tenaga medis masih terus berjuang melawan virus corona, sebagian masyarakat mulai tidak mengindahkan imbauan pemerintah.

Mereka berkerumun di pusat perbelanjaan, di pasar menyongsong hari kemenangan yang seolah tidak ada baha mengancam.

Kerumunan-kerumunan itu tentu membuat risiko penularan semakin besar.

Dari situ, kerja tenaga medis akan semakin berat dan banyak untuk melakukan tracing dan pengujian baik rapid test atau swab.

Simpan Sabu Seberat Hampir Satu Ton di Banten, Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Terancam Hukuman Mati

24 Perawat di Poliklinik Tertular Virus Corona Dari OTG yang Masih Misterius

Dua Tenaga Medis Gugus Tugas Covid-19 Ditembak Saat Sedang Mengantarkan Obat di Pedalaman Papua

Kepala Dinas Positif Corona Sempat Potong Rambut, Tiga Tukang Cukur Diminta Rapid Test

Melakukan pengujian itu bukan perkara mudah, harus dilakukan dengan mengenakan APD terlebih dalam situasi ibadah puasa tentu menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan itu yang kemudian membuat seorang perawat di Puskemas Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, pingsan saat menjalankan tugasnya.

Perawat bernama Tri Hartono tersebut pingsan karena dehidrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraida mengatakan, Tri Hartono pingsan usai bertugas mengantar masyarakat yang menjalani pemeriksaan rapid test Covid-19.

"Petugas menggunakan alat pengaman diri (APD) lengkap, saat bertugas juga sedang berpuasa, jadi dehidrasi dan pingsan," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Siti mengatakan, setelah Tri Hartono pingsan, tenaga kesehatan lain segera memberikan pertolongan.

"Ditangani sesuai prosedur baju digunting, direbahkan, diberi oksigen, hingga merasa nyaman dan beristirahat," ungkapnya.

Menurut dia, kondisi saat ini memang terhitung berat bagi perawat.

Sebagian besar menjalankan ibadah puasa, sembari mengenakan baju APD sebanyak tiga lapis.

"Baju tenaga kesehatan itu kan tiga lapis, rapat full dari atas sampai bawah."

"Keringat pasti bercucuran. Sangat berat, apalagi saat ini juga puasa Ramadhan," ujar dia.

Bocah Asal Boyolali Yang Hanyut di Saluran Irigasi Ditemukan Dalam Kondisi Tenggelam

Rumah Sakit Angkat Bicara Soal Penarikan Biaya Pemulasaraan Jenazah PDP Corona Sebesar Rp 3 Juta

Bill Gates Dikabarkan Ditangkap FBI Dengan Tuduhan Terorisme Biologis

Cuma Dapat Gaji 15 Persen Saat Pandemi, Kapten PSCS Cilacap M Arifin Bisnis Kuliner Ayam

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved