Teror Virus Corona

24 Perawat di Poliklinik Tertular Virus Corona Dari OTG yang Masih Misterius

24 Perawat di poliklinik RSUD Kota Depok terjangkit virus corona, semua perawat itu justru tidak menangani pasien corona.

TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Foto Ilustrasi : Tim medis mengevakuasi pasien menuju Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah Virus Corona (nCoV) di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - 24 Perawat di poliklinik RSUD Kota Depok terjangkit virus corona, semua perawat itu justru tidak menangani pasien corona.

Mereka diduga tertular dari orang tanpa gejala, yang hingga saat ini keberadaannya masih misterius untuk dilakukan tracing.

Akibatnya, Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok ditutup untuk 14 hari ke depan.

Penyebabnya, sebanyak 15 perawat di RSUD Kota Depok dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (21/5/2020) lalu.

Dua Tenaga Medis Gugus Tugas Covid-19 Ditembak Saat Sedang Mengantarkan Obat di Pedalaman Papua

Kepala Dinas Positif Corona Sempat Potong Rambut, Tiga Tukang Cukur Diminta Rapid Test

Bocah Asal Boyolali Yang Hanyut di Saluran Irigasi Ditemukan Dalam Kondisi Tenggelam

Rumah Sakit Angkat Bicara Soal Penarikan Biaya Pemulasaraan Jenazah PDP Corona Sebesar Rp 3 Juta

Penutupan poliklinik dilakukan guna menghindari peluang penularan Covid-19 dari perawat ke pasien umum alias pasien non-Covid-19.

Selain itu, Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori meminta agar 15 perawat positif Covid-19 ini diisolasi di RSUD agar menghindari penularan ke keluarga.

"Ada beberapa ruangan yang sudah kami siapkan bilamana ada tenaga kesehatan sakit."

"Semua tenaga kesehatan yang positif saya minta untuk dirawat di RSUD."

"Arahan Gugus Tugas juga seperti itu, supaya mengantisipasi penularan ke keluarganya," jelas Devi ketika dihubungi pada Jumat pagi.

Kronologi, diduga akibat OTG Sejauh pelacakan kontak, kemungkinan penularan telah terjadi selama beberapa pekan tanpa diketahui lantaran melibatkan orang-orang tanpa gejala.

Halaman
1234
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved