Breaking News:

Berita Jateng

Polda Jateng Tangkap Direktur Perusahaan Penyalur ABK Indonesia, Berkait Perbudakan di Kapal China

Polda Jateng Tangkap Direktur Perusahaan Penyalur ABK Indonesia, Berkait Perbudakan di Kapal China

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: yayan isro roziki
Tribunbanyumas.com/Akhtur Gumilang
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskadar Fitriana Sutisna bersama Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto saat menunjukan surat-surat dokumen perjanjian milik PT MTB di Mapolda Jateng, Rabu (20/5/2020). 

PT MTB ini ternyata tidak mengantongi Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI), sehingga ABK yang disalurkan tidak diawasi. Imbasnya, pekerja migran Indonesia, diduga mengalami perbudakan saat mereka bekerja di kapal penangkap ikan berbendara China.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, menangkap direktur dan komisrasi perusahaan penyalur tenaga kerja ilegal: PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB), yang beralamat di Kabupaten Tegal.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna mengatakan, Direktur PT MTB, Muhammad Hoji (54) bersama Komisarisnya, Sustriyono (45) ditangkap pada Minggu (17/5/2020).

Kedua warga Kabupaten Tegal ini, kata Iskandar, resmi ditahan pada Senin (18/5/2020) dan ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka ditahan karena menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak sesuai dengan perjanjian.

Parahnya, PT MTB ini ternyata tidak mengantongi Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI), sehingga ABK yang disalurkan tidak diawasi.

Viral Jenazah ABK Indonesia Kembali Dibuang ke Laut, DFW: Ada Indikasi Kerja Paksa di Kapal China

Cerita Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China, Mashuri: Mati Disiksa, Mayat Disimpan lalu Dibuang

Penyalur ABK yang Jenazahnya Dilarung ke Laut Berkantor di Pemalang, Diduga Perusahaan Ilegal

Makan Umpan Ikan, Minum Air Laut dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China

Imbasnya, pekerja migran Indonesia, diduga mengalami perbudakan saat mereka bekerja di kapal penangkap ikan berbendara China.

"Direktur dan komisarisnya kita tahan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 85 UURI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, maka mereka akan dijatuhi sekitar lima tahun atau hingga 15 tahun penjara," ungkap Iskandar kepada Tribunjateng.com, dalam gelar di Mapolda Jateng, Rabu (20/5/2020).

Dia melanjutkan, dari kasus penyaluran tenaga kerja secara ilegal ini, enam ABK dari Kapal Fu Yuan Yu diketahui melompat ke laut.

Dua orang di antaranya ternyata hingga saat ini belum ditemukan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved