Berita Viral
Viral Jenazah ABK Indonesia Kembali Dibuang ke Laut, DFW: Ada Indikasi Kerja Paksa di Kapal China
Viral Jenazah ABK Indonesia Kembali Dibuang ke Laut, DFW: Ada Indikasi Kerja Paksa di Kapal China
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
"Perlakuan ini mengarah kepada indikasi kerja paksa. Herdianto yang dalam kondisi sakit tetap di paksa bekerja. Kakinya mengalami kelumpuhan dan sampai akhirnya meninggal dunia di atas kapal."
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dugaan kekerasan di atas kapal kembali dialami oleh anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal milik perusahaan China.
Hal ini terekam dalam potongan video yang dibagikan oleh akun media sosial Facebook Suwarno Cano Swe.
Selain dugaan kekerasan dan 'perbudakan', dalam tiga slide video tersebut, diduga juga terjadi aksi larung jenazah ABK Indonesia yang telah meninggal dunia.
Satu video memperlihatkan satu ABK dipapah ABK lain karena tak kuat berjalan.
Video lainnya ada jenazah yang dibungkus dengan balutan kain.
• HEBOH! Kapal China Buang Jenazah ABK Indonesia ke Laut, Terungkap Surat Perjanjian Orange
• Makan Umpan Ikan, Minum Air Laut dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China
• Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China
• Jenazah ABK Indoneisa Dibuang ke Laut, Keluarga: Usut Tuntas, Tak Ada Persetujuan dari Kami
Yang terakhir, video satu jenazah ABK yang dilarung ke laut.
Narasi di unggahan video itu yakni 'Detik-detik pelarungan ABK Indonesia yang dibuang ke laut Somalia oleh kapal China dengan nama kapal Luqing Yuan Yu 623 dan perbudakan sekaligus penganiayaan main pukul, tendang, pukul pakai pipa besi, botol kaca, dan setrum pelumpuh'.
'ABK Indonesia sakit dipaksa kerja tidak punya prikemanusiaan, kakinya lumpuh tidak bisa berjalan dan sampai meninggal dunia.'
'Rekan-rekan kerna ABK tersebut sekarang dipindah ke kapal Lu Huang Yuan Yu 115 padahal mereka inginkan pulang, tapi tak diperbolehkan pulang' begitu tulus narasi yang menyertai video.
Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan, menyatakan setelah dirinya melakukan pelacakan, kejadian tersebut benar apa adanya seperti yang diunggah di media sosial.
"Berdasarkan laporan pengaduan yang masuk di Fisher Centre Bitung pada tanggal 15 Mei 2020 ada informasi seperti itu," ucapnya ketika dihubungi Tribunjateng.com, Senin (18/5/2020).
Pelarungan ABK Indonesia itu, kata dia, terjadi pada 16 Januari 2020 atas nama Herdianto warga Jakarta Barat.
Pelarungan terjadi di laut Somalia oleh kapal berbendera China.