Breaking News:

Berita Internasional

Makan Umpan Ikan, Minum Air Laut dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China

Makan Umpan Ikan dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China

KFEM via BBC
Para Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia ketika bekerja di kapal penangkap ikan milik perusahaan China, yang memburu hiu di lautan lepas, mendapat perlakuan tidak manusiawi. Mereka hanya tidur 3 jam, makan umpan ikan, dan minum air laut yang disuling. 

"Bekerja terus, buat makan (hanya dapat waktu) sekitar 10 menit dan 15 menit. Kami bekerja mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi. Setiap hari begitu. Soal makan ABK Indonesia juga dibedakan, mereka yang segar-segar, kita makan umpan ikan."

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEOUL - Heboh video jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal China, dibuang ke laut membuka tabir kisah pilu lainnya.

Selama bekerja di kapal China Long Xing 629, para ABK Indonesia mengalami kehidupan yang pahit.

Betapa tidak, mereka terkadang harus makan 'umpan ikan', minum air laut yang telah disuling dan hanya tidur selama 3 jam dalam sehari semalam.

Kisah pilu ABK Indonesia di kapal China ini diceritakan lima orang kru kapal Long Xing 629 kepada BBC News Indonesia.

Mereka dan sembilan ABK lainnya, yang kini berada di Busan, Korea Selatan, dijadwalkan untuk kembali pulang ke Indonesia, Jumat (8/5/2020).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengumumkan bahwa empat dari ABK yang bekerja di kapal itu meninggal dunia.

HEBOH! Kapal China Buang Jenazah ABK Indonesia ke Laut, Terungkap Surat Perjanjian Orange

Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China

Susi Pudjiastuti Ikut Komentari Jasad ABK asak Indonesia yang Dibuang ke Laut

Meninggal di Atas Kapal, Jenazah ABK Indonesia Ini Dibuang ke Tengah Lautan. Terungkap Alasannya

Tiga dikuburkan di laut (dilarung), sedangkan satu orang meninggal dunia di satu fasilitas kesehatan di Busan.

Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah China menyelidiki kasus ini dan meminta perusahaan kapal itu bertanggung jawab.

Kasus ini juga tengah diselidiki aparat keamanan di Korea Selatan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved