Berita Internasional

Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China

Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China

MBC/Screengrab from YouTube
Sebuah tangkapan layar dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, eorang awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China. 

"Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia [kapten kapal] semua. Mereka beralasan, kalau mayat dibawa ke daratan, semua negara akan menolaknya."

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sejumlah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, tak bisa melupakan pengalaman pahit yang mereka rasakan saat bekerja di kapal berbendera China

Mereka menyaksikan tiga jenazah rekan sesama ABK dibuang ke tengah laut, meski sempat ngotot memohon kapten kapal agar jasad ABK yang meninggal di kuburkan di daratan.

Di samping melihat jenazah ketiga rekan mereka dibuang ke laut, para ABK yang kini tengah berada di Busan, Korea Selatan ( Korsel) itu juga mengaku bekerja secara tidak manusiawi.

"Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia [kapten kapal] semua," kata NA, salah satu ABK kapal Long Xing 629 kepada BBC News Indonesia, Kamis (7/5/2020).

"Mereka beralasan, kalau mayat dibawa ke daratan, semua negara akan menolaknya," tambah NA.

HEBOH! Kapal China Buang Jenazah ABK Indonesia ke Laut, Terungkap Surat Perjanjian Orange

Susi Pudjiastuti Ikut Komentari Jasad ABK asak Indonesia yang Dibuang ke Laut

Buntut ABK Asal Adipala Cilacap Meninggal, Seluruh Awak KM United XVII Harus Jalani Rapid Test

Rekan NA, MY menyebut mereka hanya ingin menguburkan teman mereka dengan layak.

"(Akhirnya) Kami mandikan, shalati dan baru ' dibuang'," sebut MY.

Selain pengalaman tak terlupakan melarung jenazah teman, para ABK juga mengklaim mereka mengalami eksploitasi.

Mulai dari jam kerja yang panjang dengan waktu istirahat minim, hingga perbedaan makanan dan minuman dengan awak kapal China.

"Kami bekerja lebih dari 18 jam sehari, mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi. Waktu istirahat makan hanya 10-15 menit," ujar awak kapal Indonesia lainnya.

Klaim para ABK tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Apa Maksud Jokowi Minta Masyarakat Indonesia Hidup Berdamai dengan Virus Corona?

Aturan Larung Jenazah di Laut

Dalam konferensi pers Kamis kemarin (07/05), Menteri Luar Negeri Retno Masudi mengatakan ia sudah memanggil Duta Besar China di Jakarta untuk mendesak otoritas negara itu menyelidiki kondisi di kapal China tersebut, serta meminta pertanggungjawaban pihak kapal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Internasional
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved