Berita Jawa Tengah

BLT Dana Desa Mulai Dibagikan di Kendal, Dispermasdes: Lapor Kami Jika Pihak Desa Curang

Bantuan Langsung Tunai (BLT) realokasi anggaran Dana Desa (DD) di Kabupaten Kendal mulai disalurkan.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Warga Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal mengantre panggilan pengambilan BLT Dana Desa, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bantuan Langsung Tunai (BLT) realokasi anggaran Dana Desa (DD) di Kabupaten Kendal mulai disalurkan.

Total ada sekira Rp 63,9 miliar dikucurkan untuk sekira 35.500 warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Kendal.

Besaran dana senilai Rp 600.000 per bulan yang diberikan kepada masing-masing penerima terhitung April - Juni 2020.

ASN di Salatiga Positif Corona, Ratusan Pegawai Pemkot Jalani Rapid Tes

Tol Yogyakarta-Cilacap, Pemkab Minta Exit Tol Patimuan Dialihkan ke Kedungreja

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Dalam Sehari, Dua PDP Asal Kendal Meninggal, Ada Riwayat Sakit Bawaan

Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal, Wahyu Hidayat mengatakan, jumlah nominal tersebut merupakan alokasi dana yang disiapkan oleh 266 desa.

Besaran pemotongan tiap desa mencapai 25-35 persen tergantung total dana yang didapatkan.

Hal tersebut tertuang dalam Permenkeu RI Nomor 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas Permenkeu RI Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan dana yang digunakan untuk BLT bersumber dari Dana Desa yang dipangkas untuk mengurangi dampak ekonomi wabah virus corona di pedesaan.

Kata Wahyu, besaran maksimum Dana Desa yang bisa dialokasikan ke BLT masing-masing desa bervariasi.

Bagi desa yang memiliki dana di bawah Rp 800 juta, maksimal dana yang dapat digunakan untuk BLT sebesar 25 persen.

Jika total dana desa yang diterima berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar, alokasi dana BLT yang bisa diberikan maksimal 30 persen.

Jika besaran dana desa mencapai di atas Rp 1,2 miliar, pihak desa bisa memaksimalkan alokasi dana BLT hingga 35 persen.

"Untuk penyaluran tahap pertama periode April 2020 sudah mulai sejak Kamis (14/5/2020) dan akan terus berlanjut," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (15/5/2020).

Tak Cuma Inspektur, Kepala Disnaker Purbalingga Juga Hadiri Deklarasi Relawan Bacalon Bupati

Hubungi Saja Nomor Ini, Bila Masyarakat Jumpai Bansos Tidak Tepat Sasaran di Purbalingga

Pemdes Sediakan Tempat Karantina Pemudik Makin Banyak, Total Capai 2.068 Ruang di Banyumas

Bila Tidak Kejatah Bantuan Pemprov Jateng, Perantau Asal Cilacap Lapor Paguyuban di Jabodetabek

Kata Wahyu, kategori penerima BLT Dana Desa merupakan keluarga miskin terdampak Covid-19, keluarga kurang mampu yang belum terdata mendapatkan bantuan.

Hingga warga yang kehilangan pekerjaan, sakit menahun, serta tidak tergolong Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Hari ini tahap kedua di Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan."

"Harapan kami bantuan ini bisa bermanfaat, yang penting harus jujur, sabar, dan tetap patuhi aturan pemerintah," harapnya.

Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha memastikan akan terus mengawal penyaluran BLT Desa sebagaimana penyaluran bantuan lainnya.

Hal tersebut sebagai upaya tindak pencegahan manakala terjadi penyelewengan dana, hingga penerima data ganda.

Kata Toha, prinsipnya data yang masuk dalam sistim Kementerian Sosial (Kemensos) otomatis tidak akan terdata sebagai penerima bantuan.

Manakala terjadi data ganda atau sejenisnya, pihaknya meminta agar pemerintah desa bertanggungjawab untuk segera menarik kembali satu bantuan lain.

Karenanya setiap penerima hanya bisa menerima satu bantuan BLT Dana Desa atau sejenisnya selama pandemi virus corona.

"Kalau dapat ganjil (ketidaksesuaian data) ditahan dahulu, kami minta catat dan laporkan."

"Kami sudah sampaikan data kementerian secara otomatis."

"Kalau ada kesalahan, bisa dimungkinkan kecurangan terletak pada pihak desa, kami audit."

"Padahal warga juga bisa mengadu ke kepala desa lewat forum pengaduan."

"Misal terjadi warga yang belum menerima BLT, padahal warga tersebut masuk dalam kriteria," ujarnya. (Saiful Ma'sum)

Tak Cuma Penuhi Kebutuhan Idulfitri, Stok Beras Dipastikan Aman Hingga Lima Bulan di Cilacap

Warga Cilacap Diimbau Salat Idulfitri di Rumah

RSUD Majenang Beri Kabar Baik, Lima PDP Dinyatakan Sembuh, Asal Tiga Kecamatan di Cilacap

Dampak Positif PKM Kota Semarang, Tren Pasien Covid-19 Menurun Selama Dua Pekan

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved