Berita Nasional
Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
Yang mengusulkan peserta bansos Covid-19 senilai Kemensos adalah Dinsos Kabupaten/Kota. Kemensos berupaya mencari cara agar bansos Covid-19 tepat sasaran, di antaranya cek kepesertaan melalui aplikasi dan website.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara meminta kepada pemerintah daerah yang memperoleh alokasi bantuan sosial (bansos) Covid-19, untuk membuka data penerima manfaat secara transparan.
Di samping itu, Kemensos juga berupaya untuk mencari cara agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.
Satu di antaranya adalah dengan mempermudah pengecekan kepesertaan bansos melalui aplikasi smartphone maupun melalui website yang tersedia.
Mengutip Harian Kompas, 8 Mei 2020, bagi Kemensos upaya membuka daftar penerima bansos dan dana tunai merupakan jalan untuk menciptakan transparansi penyaluran.
Dengan demikian, masyarakat pun dapat saling mengawasi.
• Instruksi Presiden Jokowi Bansos - BLT Wajib Disalurkan Pekan Ini, Data Penerima Harus Transparan
• Malu Terima Bantuan, 12 Warga Banyumas Kembalikan BLT Corona, Bupati: Terima Kasih Keikhlasannya
• BLT Warga Terdampak Corona di Banyumas Hanya 50 Persen, Senilai Rp300.000, Bupati: Ada Dasarnya
• Soal BLT Warga Terdampak Corona, Pemkab Purbalingga: Dibagi Kurang Rp600.000 Payung Hukumnya Apa?
Harapannya, saat masyarakat menemukan penerima yang tidak sesuai, mereka dapat langsung menyampaikan protes dan memberikan informasi kepada pemerintah setempat.
Adapun terkait dengan pengusulan bansos saat ini adalah dilakukan oleh masing-masing Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
"Saat ini, yang mengusulkan bansos Covid-19 Kemensos adalah masing-masing Dinsos Kabupaten/Kota" kata Kepala Bagian Diseminasi Data Pusdatin Kementerian Sosial Ujang T Hidayat, Kamis (7/5/2020) kepada Kompas.com.
Bansos Covid-19 diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona senilai Rp600.000 per bulan.
Cara cek kepesertaan bansos
Adapun cara untuk mengetahui status kepesertaan bansos sendiri saat ini dapat dilakukan melalui Dinas Sosial di daerah atau laman Pusdatin Kemensos.
"Bisa tanya data tersebut ke Dinsos Kabupaten/Kota. Atau jika sudah punya data NIK dapat di-crosscheck kepesertaan bansosnya di https://cekbansos.siks.kemsos.go.id/," jelas Ujang.
Setelah mengakses laman tersebut, pencarian status kepesertaan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Pilih ID kepesertaan yang diinginkan
- Masukkan nomor kepesertaan dari ID yang dipilih
- Masukkan nama yang sesuai dengan ID yang dipilih
- Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak captcha
- Klik cari
Sistem akan mencocokkan ID dan nama yang diinput dan membandingkan antara nama yang diinput dengan nama yang ada di dalam database.
Selain itu, pemerintah juga merilis aplikasi SIKS-Dataku.
Aplikasi ini memberikan informasi-informasi di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta penerima Bantuan Sosial Pangan, Program Keluarga Harapan dan Penerima Bantuan Iuran sesuai dengan data terkini.
Namun, untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi, akun untuk login hanya diberikan kepada pemangku kepentingan.
Sementara itu, publik hanya bisa mengakses rekapitulasi dan progres pemutakhiran.
Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store dan mencari kata kunci "SIKS-Dataku" Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kemudian, tekan tombol instal atau pasang.
Dengan menginstal aplikasi ini, publik dapat mengecek status kepesertaan Bansos.
Berikut adalah caranya:
- Buka aplikasi
- Pilih menu Cek Bansos
- Pilih ID kepesertaan yang diinginkan
- Masukkan nomor kepesertaan dari ID yang dipilih
- Masukkan nama
- Masukkan captcha
- Klik cari
Keterangan bansos pun akan ditampilkan.
Bupati Banyumas Sediakan Hotline Aduan
Bupati Banyumas, Achmad Husein menyediakan hotline khusus aduan masyarakat jika ada data salah sasaran penerima Bansos di Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas pada waktu lalu telah mengumumkan bahwa ada 6 jenis Bantuan Sosial yang diberikan kepada masyarakat.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan ada beberapa bantuan yang sudah cair atau turun dan ada yang belum.
Sebagai upaya mengawal penyaluran dana bantuan sosial berjalan dengan tepat sasaran, maka bupati mengajak masyarakatnya untuk mengkoreksi setiap data.
Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengirimkan masukan atau komplain ke nomor whatsapp yang disediakan pemkab, yaitu: WA 0812 9716 7008.
"Saya sudah berusaha dan sekeras mungkin memberikan data-data tentang nama-nama penerima bansos di Banyumas setiap desa dan kecamatan.
• Tribute to Didi Kempot, Tribun Jateng Gelar E-Konser Amal Ngabuburit, Sabtu Pukul 15.00
• Saksikan 3 Jenazah Rekan Kerja Dibuang ke Laut, Pengalaman Pahit ABK Indonesia di Kapal China
• Heboh Petugas Bandara YIA Meninggal karena Didorong Kuntilanak, Polisi Beberkan Faktanya
• Makan Umpan Ikan, Minum Air Laut dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China
Saya berikan nomor whatsapp yang bisa di hubungi terkait komplain data bansos yang tidak sesuai," ujar bupati kepada TribunBanyumas.com, melalui siaran video pada Selasa (5/5/2020).
Namun demikian bupati menekankan supaya komplain dan masukan tersebut harus disertai bukti dan alasan yang jelas.
"Misalnya salah sasaran itu kenapa, siapa, dimana, bagaimana, nanti kalau betul maka kami akan usulkan untuk dirubah, gampang kan," tandasnya.
Bupati juga selalu menunjukan data penerima Bantuan Langung Tunai (BLT) di Banyumas dalam bentuk QR Code yang dapat di cek langsung oleh masyarakat di instagram ataupun di facebook bupati.
Seperti diberitakan sebelumnya jika ada 6 jenis Bantuan Sosial yang diberikan kepada masyarakat di Banyumas.
Pertama adalah bantuan PKH Kementerian Sosial (Kemensos) murni senilai Rp250 ribu per bulan.
Jumlah penerima adalah sebanyak 17.244 KK dan bantuan tersebut sudah cair atau turun.
Kedua adalah PKH Kemensos tunai plus Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai
Rp 250 ribu per bulan.
Penerima bantuan itu ada sebanyak 74.927 KK yang juga sudah cair.
Ketiga adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kemensos reguler murni wujudnya adalah sembako dengan nilai Rp 200 ribu perbulan.
Total penerima adalah sebayak 64.102 KK yang juga sudah cair.
Keempat adalah BPNT Kemensos Covid-19 yang wujudnya adalah sembako senilai Rp200 ribu, dengan penerima sebanyak 92.117 KK.
Bantuan tersebut adalah bantuan yang terkait dengan covid-19 dan belum cair karena masih menunggu.
Kelima adalah Bansos dari Provinsi Covid-19 dalam wujud sembako Rp200 ribu perbulan selama tiga bulan, dengan penerima ada sebanyak 33.763 kk dan bantuan dari propinsi itu belum cair.
Kemudian keenam, adalah BLT dari Kemensos, berupa uang tunai Rp600 ribu yang belum cair dan masih menunggu.
"Tadinya awalnya akan dibagi menjadi dua menjadi Rp300 ribu tapi kemudian tidak jadi, karena prosesnya susah dan banyak resiko hukumnya sehingga tetap menjadi Rp600 ribu perbulan," kata bupati.
Sementara jumlah penerimanya adalah ada sebanyak 57.722 KK. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Simak, Ini Cara Mengecek Kepesertaan Bansos Covid-19