Berita Jawa Tengah

Semarang Kota Terbanyak PHK, Total Capai 13.163 Orang di Jateng

Di Jawa Tengah total PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 hingga 29 April 2020 mencapai 50.563 buruh.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
RACIK MIE AYAM MIKA: Pasutri di Kabupaten Kendal, Muhammad Khoirul Daru (27) bersama Suparia (27) meracik mie ayam mika untuk dijualkan secara online di tengah pandemi virus corona, Senin (20/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pandemi virus corona (Covid-19) berdampak pada ratusan industri di Jawa Tengah.

Satu persatu perusahaan mengalami financial distress atau kondisi keuangan yang menurun.

Sehingga, harus merumahkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, di Jawa Tengah total PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 hingga 29 April 2020 mencapai 50.563 buruh.

BLT Dana Desa Paling Lambat Awal Mei Sudah Cair, Bupati Kendal: Coret Jika Dapat Dobel Bantuan

Kisah Korban PHK Kabupaten Semarang, Armi Pusing Cari Rp 400 Ribu, Bayar Sewa Rusunawa Gedanganak

Pulang dari Taiwan, Ibu dan Anak Ini Minta Dikarantina di GOR Tegal Selatan, Jumadi: Patut Dicontoh

Pemudik Asal Rawalo Banyumas Murni Imported Covid-19, Pedagang Pakaian di Jakarta

"Nantinya, semuanya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

Dari 50.563 tersebut, sebanyak 37.400 pekerja dirumahkan dan 13.163 orang di-PHK.

Pekerja yang dirumahkan terbanyak di Kabupaten Magelang sebanyak 4.861 orang, Banyumas 4.509 orang, Boyolali 3.612, hingga Surakarta 3.084 orang.

Sedangkan jumlah PHK paling banyak di Kota Semarang yakni 2.385 pekerja.

Lalu 1.950 orang di Boyolali, Sragen 1.451 orang, dan seterusnya.

"Sebagian besar para buruh yang terdampak Covid-19 itu akan dibantu sembako oleh pemerintah daerah masing-masing."

"Khusus tiga daerah, karena pemerintah daerah tidak bisa mencukupi keseluruhan, Pemprov Jateng akan membantu," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (1/5/2020).

Tiga daerah yang dimaksud yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Boyolali.

Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah tersebut dihitung mulai 3 April 2020.

Artinya, sebelum tanggal itu belum direkap.

Anak Punk Setubuhi Gadis Bawah Umur, Kapolres Kebumen: Kenal Pelaku Melalui Facebook

Tak Ada Istri Apalagi Anak, Pria Ini Ditemukan Meninggal di Kamarnya, Empat Hari Tidak Keluar Rumah

KABAR BAIK Kota Salatiga, Enam Pasien Positif Corona Sudah Sembuh

THR ASN Pemkot Salatiga Disiapkan Rp 15 Miliar, Fakruroji: Pencairan Tunggu Aturan Pusat

Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari menuturkan, data buruh yang dirumahkan maupun di-PHK terus bergerak dinamis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved