Berita Banyumas
Di Banyumas, Emak-emak Kembali Giatkan Belanja di Warung Tetangga, Begini Manfaatnya
Dengan belanja di warung tetangga ini setidaknya bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
"Ketika berbelanja ke warung tetangga, ada tetangga sekitar yang kebetulan juga belanja pada saat yang sama."
"Saling sapa, atau sekadar menanyakan kabar, setidaknya terjadi ketika berjumpa."
"Komunikasi semacam ini, bisa berimbas terhadap tali persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan dalam lingkungan sekitar," paparnya.
Kemudian juga akan turut berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Tidak sedikit pemilik warung di lingkungan itu masuk dalam kategori pas-pasan.
Hasil pendapatan berjualan juga terkadang hanya cukup untuk makan.
Maka dengan belanja pada tetangga akan ikut berperan untuk membantu meningkatkan dan menghidupkan ekonomi masyarakat.
Erna mengajak agar kebiasaan kembali belanja di warung tetangga menjadi budaya sebagai upaya mewujudkan pemerataan pendapatan masyarakat.
Belanja di warung tetangga, maupun hasil olahan dan kerajinan dari tetangga, menurutnya juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tetangga itu.
"Meskipun demikian semua harus menggunakan masker, menjaga jarak."
"Lalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sebelum keluar rumah dan kembali masuk rumah," tandasnya.
Seorang warga Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Sunarmi mengklaim sudah terbiasa membeli di warung dekat rumahnya.
Selain dekat dan untuk menjalin silaturahmi, menurutnya, sayur-sayuran yang dijual juga masih segar karena langsung habis.
"Kalau ke supermarket sesekali saja, tidak mesti sebulan sekali," pungkasnya. (Permata Putra Sejati)
• Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pemkab Purbalingga Siapkan Empat Gedung Karantina, Berikut Lokasinya
• Bantuan Warga Terdampak Covid-19 Belum Ada yang Cair, Pemkab Purbalingga: Masih Pendataan
• Aturan Wajib Dipatuhi Pemdes, BLT Dana Desa Dilarang Berbentuk Sembako