Berita Jawa Tengah

Disayangkan, Tujuh Peserta Program Kartu Prakerja di Tegal Justru Bukan Terdampak Covid-19

Disayangkan, tujuh orang yang lolos di Kota Tegal justru bukan warga yang dirumahkan atau mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK).

TribunBatam.id/Wahyu Indriyatno
ILUSTRASI - Para pekerja terdampak PHK akibat pandemi virus corona (Covid-19) di Kota Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, Heru Setyawan mengatakan, pendaftar Kartu Prakerja yang disetujui pemerintah belum diketahui pasti jumlahnya.

Hal itu lantaran semua pendaftar langsung mendaftarkan diri ke Pemerintah Pusat.

Heru mengatakan, berdasarkan laporan dari pendaftar kepada Disnakerin Kota Tegal, ada tujuh orang yang lolos dan mendapatkan program Kartu Prakerja.

Kabar Baik Buat Kamu Pelaku UMKM, Terbebas Beban Pajak Penghasilan Hingga September

Polisi Tidak Saklek, Masyarakat Boleh Mudik Asal Penuhi Kriteria Ini

Ditransfer Paling Lambat 1 Mei, Insentif Rp 600 Ribu Peserta Pelatihan Kartu Prakerja

Namun pihaknya menyayangkan, tujuh orang yang lolos itu bukan warga yang dirumahkan atau mendapat pemutusan hubungan kerja ( PHK).

Padahal menurut Heru, adanya pandemi virus corona atau Covid-19, program Kartu Prakerja wacananya dialihkan untuk jaring pengaman sosial (JPS) karyawan yang dirumahkan dan ter- PHK.

Kenyataannya yang mendapat di Kota Tegal justru para pencari kerja murni.

"Ketika bicara JPS mestinya yang terkena PHK. Nyatanya yang lolos di Kota Tegal itu pencari kerja reguler yang belum pernah kerja."

"Jadi menurut kami ini kurang atau bahkan tidak tepat sasaran," kata Heru kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (29/4/2020).

Heru mengatakan, data laporan per 9 April 2020, warga yang dirumahkan dengan alamat perusahaan di Kota Tegal berjumlah 225 orang.

Kemudian warga Kota Tegal yang mendapat PHK sejumlah 73 orang.

Sedangkan warga yang dirumahkan, namun perusahaannya di luar Kota Tegal berjumlah 117 orang.

Lalu warga yang mendapat PHK serta perusahaannya di luar Kota Tegal berjumlah 68 orang.

Pemuda Aniaya Kakak Kandungnya di Semarang, Kesal Tidak Dibantu Minta Uang Modal Nikah

Disnaker Salatiga Tak Bisa Berbuat Banyak, Sebulan Ada 1.500 Pekerja Dirumahkan

Update Corona Kendal 29 April - Terkonfirmasi Sembuh Pasien Covid-19 Asal Boja

Terakhir, menurut Heru, calon pekerja migran yang gagal berangkat asal Kota Tegal berjumlah 16 orang.

Heru mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada pihak perusahaan untuk memberikan hak- hak karyawan PHK seperti pesangon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved