Teror Virus Corona

Update Corona Kendal 29 April - Terkonfirmasi Sembuh Pasien Covid-19 Asal Boja

Jumlah pelaku perjalanan dari negara atau wilayah terjangkit (PPDT) mencapai 14.114 orang dan orang tanpa gejala sebanyak 149 orang di Kendal.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Jumlah pasien postif corona asal Kabupaten Kendal hingga Rabu (29/4/2020) capai delapan orang.

Empat di antaranya dinyatakan sembuh, 3 dalam perawatan di rumah sakit, dan 1 menjalani isolasi mandiri.

Selain itu, diketahui 5 pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal sebelum diketahui hasil tes swab.

Disnaker Salatiga Tak Bisa Berbuat Banyak, Sebulan Ada 1.500 Pekerja Dirumahkan

Polisi Tidak Saklek, Masyarakat Boleh Mudik Asal Penuhi Kriteria Ini

Pemuda Aniaya Kakak Kandungnya di Semarang, Kesal Tidak Dibantu Minta Uang Modal Nikah

Ditransfer Paling Lambat 1 Mei, Insentif Rp 600 Ribu Peserta Pelatihan Kartu Prakerja

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, satu pasien positif Covid-19 terakhir yang sembuh adalah warga Kecamatan Boja.

Data tersebut diterimanya dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah yang menangani langsung pasien selama dirawat di rumah sakit di luar Kendal.

“Kami dapat kabar dari Dinkes Jateng sekira pukul 13.00."

"Hari ini ada satu lagi pasien asal Kendal yang sembuh. Jadi total mencapai 4 orang," terang Ferinando kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (29/4/2020).

Sementara itu, 3 pasien positif lain masih menjalani perawatan di Kota Semarang dan Temanggung.

Sisanya menjalani isolasi mendiri di rumahnya di Kendal.

"Tiga pasien itu masing-masing dirawat di RS Tugu Semarang, RSUD Wongsonegoro Ketileng Semarang, dan RS Temanggung," ujarnya.

Ferinando menambahkan, dari total 50 PDP, lima di antaranya meninggal.

Mereka berasal dari Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Boja, Pageruyung, dan Patean.

Dalam pemakamannya, pihaknya memberlakukan standarisasi pemakaman jenazah Covid-19 guna membuat warga merasa lebih aman.

"Untuk lima PDP yang meninggal itu hasil swabnya negatif. Hasil diketahui setelah mereka dinyatakan meninggal."

"Mereka meninggal karena penyakit penyerta lain," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved