Breaking News:

Virus Corona Jateng

Hasil Swab Perawat Kariadi Meninggal Positif Corona, 60 Tenaga Medis di Jateng Terjangkit Covid-19

Hasil swab perawat RSUP dr Kariadi yang berstatus PDP Corona dan telah meninggal pada pekan lalu, baru keluar dan hasilnya positif.

ANTARA FOTO/Aji Styawan.
TINJAU FASILITAS - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo (kanan) didampingi Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang Arianti, meninjau fasilitas untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/1). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hasil swab perawat RSUP dr Kariadi yang berstatus PDP Corona dan telah meninggal pada pekan lalu, baru keluar dan hasilnya positif.

Perawat tersebut meninggal pada Jumat (17/4/2020) dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Rabu (22/4/2020) kemarin.

Kabar Baik Bupati Cilacap Umumkan 4 PDP Dinyatakan Negatif Corona

Update Corona di Cilacap 22 April: Pasien Positif bertambah 2 Orang, PDP meninggal bertambah 3 Orang

Video 19 Napi Provokator Rusuh Lapas Manado Dipindah ke Nusakambangan

Dilarang Mudik, Seorang Gadis Tewas Kelelahan Setelah Keluarganya Nekat Mudik Berjalan Kaki

"Perawat RSUP dr Kariadi meninggal pekan lalu, untuk hasil swabnya positif covid-19."

"Untuk jumlah tenaga medis di Jawa Tengah yang dinyatakan positif sebanyak 60 orang," ungkapnya.

Yulianto menyebut, untuk sebaran tenaga medis di Jawa Tengah yang terkonfirmasi positif covid-19 adalah Kota Semarang, Pemalang, Surakarta, dan Magelang.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat di RSUP dr Kariadi dengan usia 52 tahun meninggal dunia, Jumat (17/4/2020) sekira pukul 10.55 WIB.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto membenarkan kabar tersebut.

"Benar, almarhumah dirawat di ruang isolasi."

"Meninggal dengan status sebagai PDP. Untuk hasil swab masih belum keluar," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (17/4/2020).

Edy menyampaikan, almarhumah merupakan warga Kota Semarang.

Sampai di Kampung Halaman, Pemudik Asal Jateng Bunuh Diri, Ditolak Keluarga yang Takut Corona

Pemerintah Larang Mudik, Simak Daftar Hukuman Bagi Pelanggar, Denda Rp 100 Juta Hingga Penjara

Dilarang Mudik, Seorang Gadis Tewas Kelelahan Setelah Keluarganya Nekat Mudik Berjalan Kaki

Napi Mengaku Harus Membayar Rp 5 Juta Agar Bisa Bebas Lewat Program Asimilasi saat Pandemi Corona

Perawat tersebut, ucap Edy, bekerja sebagai perawat di Ruang Rajawali RSUP dr Kariadi Semarang.

"Informasi yang saya dapat, sebelumnya sudah dilakukan swab 2 kali."

"Pertama dilakukan swab hasilnya negatif. Untuk swab kedua, hasilnya antara negatif dan positif."

"Lalu, dirontgent ada gejala mirip covid-19, maka dia ditetapkan sebagai PDP. Ini masih menunggu hasil swab ketiga," ungkapnya. (kan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved