Berita Viral
Dilarang Mudik, Seorang Gadis Tewas Kelelahan Setelah Keluarganya Nekat Mudik Berjalan Kaki
Nekat mudik dengan berjalan kaki saat pemerintah melakukan pelarangan mudik, seorang gadis berusia 12 tahun tewas.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Nekat mudik dengan berjalan kaki saat pemerintah melakukan pelarangan mudik, seorang gadis berusia 12 tahun tewas.
Ia diduga meninggal karena kelelahan setelah berjalan kaki sejauh 321 kilometer.
Peristiwa itu terjadi di India menimpa gadis bernama Jamlo Madkam.
Pemerintah India telah menerapkan lockdown dan memeperpanjang hingga bulan Mei.
Akibatnya aktivitas mudik atau pulang kampung juga dilarang.
Petugas kepolisian ditugaskan di perbatasan-perbatasan untuk berjaga.
• Sebelum Presiden Jokowi Larang Mudik, Sudah Ada 600 Ribu Warga Jateng yang Pulang Kampung
• Positif Corona Asal Mejasem, Kramat Kabupaten Tegal Meninggal Dunia, Positif Covid-19 Bertambah 2
• Membegal Seorang Wanita, Pelaku Dikejar dan Ditangkap Oleh Suami Korban
• Bantu Penanganan Wabah Corona, Pelatih PSCS Jaya Hartono Lelang 2 Jersey Legendaris Miliknya
Seperti dilansir CNN, Selasa (21/4/2020), Jamlo meninggal dunia beberapa jam sebelum tiba di kampung halamannya.
Jamlo sendiri bekerja di ladang cabai di Desa Perur, kawasan selatan Negara Bagian Telangana.
Kebijakan lockdown seharusnya telah berakhir pada 14 April lalu, namun masa lockdown di India diperpanjang hingga Mei.
Pada 15 April, Jamlo bersama 11 orang lainnya, termasuk saudara iparnya, memulai perjalanan ke negara bagian asalnya, Chattisgarh di India tengah.
Kepala petugas kesehatan medis distrik asal Jamlo, Dr BR Pujari mengatakan, mereka memutuskan untuk berjalan pulang karena mereka tidak memiliki pekerjaan, dan tidak yakin kapan penguncian akan berakhir.
Setelah berjalan selama tiga hari, Jamlo meninggal dunia karena kelelahan sebelum bisa menginjakkan kaki di kampung halamannya.
"Mereka berjalan melalui daerah pegunungan untuk menghindari barikade polisi, selama tiga hari penuh," kata Pujari.
"Kami diberitahu bahwa Jamlo tidak makan apa pun pagi itu karena perutnya tidak enak dan sempat muntah."
"Kami menduga bahwa ada ketidakseimbangan elektrolit bersama dengan kelelahan menyebabkan kematiannya," lanjut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-meninggal-dunia_1.jpg)