Berita Semarang

Permintaan Wali Kota Semarang Terhadap Bupati Kendal, Semarang, dan Demak Sebelum Lakukan PSBB

Meski menjadi Kota yang paling banyak memiliki pasien positif corona di wilayah Jawa Tengah, namun Kota Semarang belum menerapkan PSBB.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Meski menjadi Kota yang paling banyak memiliki pasien positif corona di wilayah Jawa Tengah, namun Kota Semarang belum menerapkan PSBB.

Ternyata ada permintaan tersendiri yang dimiliki Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terhadap para Bupati di sekeliling Kota Semarang sebelum menerapkan PSBB.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta, seandainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) diberlakukan di Kota Semarang, hal yang sama juga diterapkan di daerah sekitar Semarang.

Setelah Fenomena Kemunculan Ribuan Cacing, Kini Muncul Fenomena Ribuan Ubur-ubur, Pertanda Apa?

Kejamnya Virus Corona Membuat Bayi Kehilangan Saudara Kembar dan Ibunya di Cianjur

TPI Kaligangsa Brebes Ambruk, 3 Orang Alami Luka Parah

Jadwal acara TV Trans TV, GTV, RCTI, MNC TV, Trans 7, Net TV, SCTV dan Indosiar Selasa 21 April 2020

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar pemberlakuan PSBB Kota Semarang juga harus disertai daerah berbatasan langsung atau hinterland, seperti Kabupaten Demak, Kendal, dan Kabupaten Semarang.

"Kalaupun Kota Semarang harus PSBB, saya akan minta kepada Pak Gubernur untuk daerah hinterland sekitar Kota Semarang juga bisa diberlakukan PSBB supaya lebih efektif," kata Hendi sapaan akrabnya, Senin (20/4/2020).

Hendi khawatir jika fokusnya hanya di Kota Semarang, bisa berdampak sangat luar biasa kepada daerah sekitar jika tidak dipikirkan.

"Ribuan masyarakat yang setiap hari masuk dari Kendal ke Mangkang, dari Demak masuk ke Plamongan dan Kaligawe karena ada kawasan industri, itu harus dipikirkan," katanya.

Hendi mencontohkan kalau misalnya Kota Semarang sudah menerapkan PSBB, lantas angka kasus Covid-19 mengalami penurunan tapi daerah sekitarnya tidak dilakukan PSBB, pasti ketika dibuka kembali kemungkinan besar akan terjangkit lagi.

"Saya bukannya tidak mau PSBB, tapi bagaimana warga disiplin tetap di dalam rumah."

"Kalau masih ada celah, apa kemudian yang terjadi di kota ini?"

"Sehingga saya enggak mau emosional dalam menentukan hal ini, saya ingin semuanya ikut terlibat dari mulai Forkopimda, dokter, para tokoh masyarakat hingga pengusaha," ujarnya.

Hendi mengaku dirinya akan dipanggil oleh Ganjar untuk menjelaskan terkait persiapan PSBB pada hari Selasa atau Rabu besok untuk menegaskan pandangannya.

"Saya tinggal menunggu petunjuk dari Pak Gubernur saja kalau memang harus PSBB kita siap tapi kalau ada hal-hal di dalam pertemuan besok yang meminta kita harus berdisplin mengawasi masyarakat kita juga siap," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di Kota Semarang masih dikaji untuk mempertimbangkan dampak yang akan muncul setelah diberlakukannya penerapan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved