Breaking News:

Teror Virus Corona

Data Kementerian Tenaga Kerja: 150 Ribu Orang Menjadi Korban PHK, Jutaan Orang Kena Imbas

Virus corona yang sudah menginfeksi masyarakat Indonesia juga berdampak terhadap bisnis dan industri.

Tribunnews.com/Herudin
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah saat diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews di Kantor Kemnaker RI, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Wawancara tersebut terkait sejumlah isu yang berkembang seperti RUU Omnimbus Law dan pekerja migran Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Virus corona yang sudah menginfeksi masyarakat Indonesia juga berdampak terhadap bisnis dan industri.

Akibatnya banyak sektor usaha yang gulung tikah hingga harus merumahkan bahkan mem-PHK karyawannya.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, saat ini setidaknya terdapat 1,5 juta orang pekerja yang terimbas virus corona (covid-19).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 persen atau sekitar 150.000 orang menjadi korban pemutusan hubungan kerja ( PHK), sementara 90 persen lainnya dirumahkan.

WHO Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Penyebaran Corona, Begini Tanggapan Pemerintah

Ingin Bebas Karena Takut Tertular Virus Corona, Narapidana di Manado Ngamuk dan Bakar Lapas

Mudik Tidak Dilarang, Dirlantas Petakan Kemacetan Mudik Lebaran di Tegal

Simak Jadwal Acara TV Minggu 12 April di Trans 7, Trans TV, RCTI, GTV, MNC TV, Indosiar, dan SCTV

"Pertama kalau liat data dari 1,5 juta itu itu 10 persennya di-PHK, 90 persen itu dirumahkan. Jadi phk itu jadi upaya terakhir," ujar Ida dalam video conference, Sabtu (11/4/2020).

Ida mengapresiasi pengusaha yang berupaya untuk bisa menekan angka PHK di tengah pandemi virus corona yang nyaris mematikan kegiatan ekonomi.

Dia mengatakan, setidaknya terdapat beberapa alternatif bagi pengusaha untuk menekan angka PHK, seperti mengurangi upah dan fasilitas untuk pekerja tingkat atas, membatasi atau menghapuskan kerja lembur, serta mengurangi jam kerja dan hari kerja.

"Selain itu juga meliburkan atau merumahkan buruh secara bergilir untuk sementara waktu."

"Ini yang banyak dimabil teman-teman pengusaha," jelas Ida.

Ida pun mengimbau para pengusaha untuk melakukan dialog dengan serikat pekerja atau dengan buruh mengenai kondisi terkini dampak virus corona.

Dengan demikian, kedua belah pihak memiliki kesepemahaman yang sama atas setiap keputusan yang diambil.

Begini Cara Mudah Daftar Kartu Prakerja. Peserta Lolos Seleksi akan Mendapat Insetif Rp3.550.000

Dor! Satu Napi Tertembak saat Kerusuhan di Lapas Tuminting Manado, Polisi: Tak Mungkin Terelakkan

Pemerintah Telah Periksa 20.000-an Sampel Terkait Virus Corona, di 40 Laboratorium

Resmi! Pak RT dkk Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Perawat RSUP Kariadi Korban Corona

"Saya kira yang ingin saya ingin sampaikan hendaklah dibicarakan, didialogkan dengan teman-teman di serikat pekerja dan serikat buruh atau dengan pekerja dan buruh jika perusahaan tersebut tidak ada serikat pekerja," jelas Ida.

"Dalam kondisi sulit ini pentingnya membangun hubungan yang baik dari pekerja dan teman-teman pengusaha."

"Sekali lagi teman-teman pengusha juga tidak ingin kondisi ini, dan semua tidak ingin kondisi ini terjadi," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menaker: Akibat Corona, 150.000 Pekerja Kena PHK", 

Editor: Rival Almanaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved