Berita Purbalingga

Di Purbalingga, Ina Farida dkk Koordinir Warga Jahit Masker, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Di Purbalingga, Ina Farida dkk Koordinir Warga Jahit Masker, hasilnya Dibagikan Gratis ke Masyarakat dan puskemas. sudah 6000 masker dibagikan

Istimewa
Ina Farida dkk, warga Desa Semampir, Kacamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, mengordinir warga untuk memproduksi masker kain. Hasilnya, dibagikan ke masyarakat dan Puskesmas setempat. 

Dirinya berharap terdapat donatur yang hendak berdonasi agar bisa melanjutkan aksi sosialnya.

"Jika ada donatur yang berdonasi bisa hubungin saya di nomor 081327148001," tukasnya.

Update Virus Corona Indonesia, 11 April - Meningkat Tajam, 3.842 Positif, 327 Meninggal, 286 Sembuh

Berdayakan UMKM

Di sisi lain, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, mengambil kebijakan untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar membuat masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

Kebijakan tersebut agar UMKM tidak tergerus akibat dampak Covid-19.

"Pandemik Covid 19 akan berpengaruh dalam berbagai sektor termasuk UMKM dan Industri."

"Kami mengambil kebijakan pengadaan masker dan APD dibuat oleh UMKM yang dibuat UMKM di Purbalingga," jelas Bupati akrab disapa Tiwi dari Rilis diperoleh TriibunBanyumas.com.

Tiwi mengakui mencari masker untuk tenaga medis sangat susah di pasaran dan harus menunggu beberapa lama jika melakukan pemesanan.

Begitu juga APD yang dikenakan oleh petugas medis, saat ini pemesanannya lama dan harganya juga lebih mahal.

Hari Ini Dibuka, Kartu Prakerja Bukan Hanya untuk Pengangguran, Siapa Saja yang Boleh Mendaftar?

“Agar UMKM tidak jatuh terpuruk, maka Pemkab meminta UMKM untuk membuat masker berbahan kain dan APD,” tutur Bupati.

Menurut Bupati Tiwi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga telah memesan 100 ribu masker yang akan dibagikan ke masyarakat. Namun saat ini baru 7.000 masker yang telah jadi dan dibagikan ke masyarakat.

Diterangkannya, saat ini Balai Latihan Kerja (BLK) hanya mampu memproduksi maksimal 1.000 masker per harinya atau sekitar 25 ribu hingga 30 ribu per bulannya.

Satu masker berharga Rp3.500 yang digunakan untuk membeli bahan baku dan ongkos penjahit.

“Kekuranganya, tentunya dari pelaku UMKM. Kami mendorong pelaku UMKM untuk khususnya penjahit untuk membuat masker dan APD. Harganyapun jika dihitung lebih murah,” katanya.

Lebih dari 100 Ribu Orang, Korban Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia

2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Catatkan Rekor Kematian Tertinggi karena Corona

Indonesia Berpotensi Jadi Episenter Baru Wabah Virus Corona? Ini Penjelasan Pakar

Seberapa Efektif Masker Kain Cegah Penularan Virus Corona? Berikut Penjelasan Dokter

Ia juga meminta pemerintah desa untuk memberdayakan warganya yang bisa menjahit untuk membuat masker.

Kepala desa dapat mengalokasikan dana desa untuk pencegahan Covid-19, termasuk pembuatan masker yang dibagikan kepada warganya.

“Seperti yang dilakukan oleh Pemdes Pepedan Kecamatan Karangmoncol, pihak Pemdes memesan lima ribu masker dari warganya kemudian dibagikan kepada warganya juga. Ini patut dicontoh oleh desa-desa lainnya," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved