Berita Ekonomi
Cepat Sebelum Terlambat! 10.049 Debitur Sudah Ajukan Relaksasi Kredit di Wilayah Jateng
Hingga 3 April 2020 sudah ada 10.049 debitur yang telah mengajukan restrukturisasi dengan total kredit 3,7 triliun rupiah.
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hingga 3 April 2020 sudah ada 10.049 debitur yang telah mengajukan restrukturisasi dengan total kredit 3,7 triliun rupiah.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (7/4/2020).
Ia mengungkapkan, debitur di Jateng yang terdampak corona mencapai 47.663 dengan total kredit 11,03 triliun rupiah.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta kebijakan relaksasi terkait keringan kredit disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat.
• Tak Pernah Ambil Gaji, Wakil Bupati Cilacap Sumbangkan Gapok Selama 2,5 Tahun untuk Melawan Corona
• Ini Penjelasan Dinkes Kendal Tanggapi Warganet Terkait Santri Positif Corona
• Wabah Virus Corona Sebabkan Ratusan Buruh di Kabupaten Semarang Terkena PHK, Ribuan Dirumahkan
• Bermesraan di Dalam Mobil, Saat Ditegur Satpam, Pemuda Ini Justru Menabrak Sepeda Motor Satpam
Hal itu dijelaskan Ganjar lewat video yang diunggah Selasa (7/4) pagi dalam akun Instagramnya, di mana pandemik Covid-19 membuat kegiatan ekonomi warga terhenti dan banyak warga kesulitan dalam membayar angsuran kredit di bank ataupun leasing.
Ia menyebutkan bagi masyarakat yang belum mengajukan keringanan, bisa segera mengajukan ke bank ataupun lesing secara online maupun mendatangi kantornya.
Usai mengajukan keringanan bank dan leasing akan melakukan penilaian terhadap kondisi nasabah, apakah berat, sedang, atau ringan.
Turut dijelaskannya keringanan yang akan diberikan berupa penundaan kewajiban pembayaran angsuran ataupun pengurangan jumlah angsuran.
Seruan mengenai keringanan kredit yang bisa diakses masyarakat itu nenjadi angin segar untuk para debitur yang kesulitan membayar angsuran karena imbas Covid-19.
Joko Santoso (34) yang bekerja menjadi drover Ojol satu di antaranya, mendengar seruan keringanan kredit itu, ia bernecana akan mendatangi perusahaan pembiayaan tempat ia mengambil kredit seoeda motor.
"Informasi keringanan kredit dari kemarin masih simpangsiur dan belum jelas arahnya."
"Namun karena Gubernur juga menyerukan hal itu saya sedikit lega, mungkin sore ini saya akan mendatangi leasing temoat saya kredit sepeda motor," paparnya kepada Tribunjateng.com di Jalan Abdul Rahman Saleh, Semarang Barat, Selasa (7/4/2020) siang.
Permohonan keringanan yang akan di ajukan Joko, didasari karena sepinya penumpang di tengah pandemi Covid-19.
"Karena virus corona tidak ada penumpang, padahal pekerjaan ini jadi satu-satunya pekerjaan saya untuk mencukupi keluarga kalau order sepi saya juga bingung untuk mencicil sepeda motor."
"Semoga saja permohonan keringanan yang akan saya ajukan bisa diterima pihak leasing," ucapnya.