Bisnis dan Keuangan
Tutup 51 Anak - Cucu Usaha, Erikc Thohir Ingin BUMN ke Depan Tak Lagi Terima Subsidi Negara
Tutup 51 Anak - Cucu Usaha, Erikc Thohir Ingin BUMN ke Depan Tak Lagi Terima Subsidi Negara. Satu yang ditutup adalah PT Garuda Tauberes Indonesia
“Mengenai kebijakan energi, ke depan prioritas ke depan, policy ke depan, kita ingin perusahaan BUMN tidak terima subsidi."
TRIBUNBANYUMAS.COM - Erick Thohir memangkas 51 anak - cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), satu di antaranya adalah PT Garuda Tauberes Indonesia.
Menteri BUMN itu mengatakan, dengan penutupan 51 anak - cucu usaha ini, BUMN diminta lebih fokus dalam menjalankan core bisnis perusahaan plat merah yang lebih dulu ada.
Dengan penutupan puluhan anak - cucu usaha ini, Erick berharap BUMN bisa lebih fokus terhadap core bisnisnya, selain itu ke depan BUMN tak lagi mendapat subsidi dari negara.
Sehingga, uang rakyat yang semula digunakan untuk menyubsidi BUMN bisa dialihkan untuk keperluan yang lebih mendesak.
Hal ini telah diutarakan Erick saat rapat bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
• PT Garuda Tauberes Indonesia Tutup, Ini Daftar 51 Anak - Cucu BUMN yang Dipangkas Erick Thohir
• Wakil Bupati Kebumen Sumbangkan Gaji Setahun untuk Penanganan Corona
• Korea Utara Klaim Bebas dari Virus Corona, Amerika Serikat Nyatakan Keraguannya
• Hanya Warga Lokal yang Diperbolehkan Masuk Karimunjawa
“Mengenai kebijakan energi, ke depan prioritas ke depan, policy ke depan, kita ingin perusahaan BUMN tidak terima subsidi."
"Jadi subsidinya ke rakyat, biar tranpsaran,” ujar Erick saat teleconference dengan wartawan, Jumat (3/4/2020).
Erick menambahkan, nantinya perusahaan plat merah akan fokus kepada bisnisnya.
Hal tersebut dia yakini akan lebih efisien. “Agar perusahaan BUMN jadi korporasi yang (fokus) mikirin korporasi.
Agar jangan buku ini jadi grey area. Subsidi harus langsung ke rakyat,” kata Erick.
• Dua PDP Virus Corona Cilacap Negatif Covid-19, Satu di Antarnya Santri Kawungaten yang Meninggal
Selain mengenai subsidi di bidang energi, Erick juga mengaku akan membahas mengenai subsidi di perusahaan pupuk.
“Habis ini yang akan kita pelajari pupuk. Energi kita sudah ada kesepakatan dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani),” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Erick Thohir memangkas 51 anak - cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), satu di antaranya adalah PT Garuda Tauberes Indonesia.
Menteri BUMN itu mengatakan, dengan penutupan 51 anak - cucu usaha ini, BUMN diminta lebih fokus dalam menjalankan core bisnis perusahaan plat merah yang lebih dulu ada.
Dia berharap, dengan langkah ini maka badan usaha milik negara akan terus sehat dan berkelanjutan.
“Di sini juga sama, bahwa GCG (good corporate and governance), fokus pada core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan, agar kita terus sehat,” ujar Erick saat teleconference dengan wartawan, Jumat (3/4/2020).
• Dua Kota Suci Mekkah dan Madinah Ditutup 24 Jam. Kasus Positif Virus Corona di Arab Saudi Meningkat
Dari 51 anak cucu BUMN yang dipangkas itu berasal dari tiga perusahaan, yakni PT Garuda Indonesia, PT Pertamina dan PT Telkom.
Di Garuda Indonesia, jumlah anak dan cucu usaha yang dipangkas sebanyak 6 perusahaan.
Di Pertamina ada 25 anak-cucu usaha yang ditutup, dan Telkom 20 anak-cucu usaha.
Salah satu anak cucu perusahaan BUMN yang dipangkas Erick, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia.
“Garuda Tauberes online dari kargo, sebenarnya bisnis kargo Garuda sudah ada, kenapa mesti ada swicth off lagi, kan tinggal ditambahkan saja divisi yang ada,” kata Erick.
• Sejumlah Kasus Pasien Positif Virus Corona Juga Mengalami Gangguan Sistem Saraf
• Bupati Banyumas Bagi Rp 30 Miliar untuk Warga Terdampak Corona, Berikut Kriteria Penerima
• Pemkot Semarang Bagikan 180 Ribu Paket Sembako dari Pengusaha, Perkuat Konsep Physical Distancing
• Enam Hotel Berbintang di Jateng Tutup Sementara Karena Corona
Nantinya, pemangkasan 51 anak cucu usaha BUMN ini akan menggunakan skema merger, likuidasi ataupun divestasi.
Dilihat dari laman resminya, Tauberes merupakan perusahaan yang berfokus pada usaha digital di bidang logistik.
Usahanya mencakup pengiriman paket dan jasa kargo pesawat.
Perusahaan ini baru dirilis pada 11 September 2019, dan diharapkan bisa meningkatkan bisnisnya seiring meningkatkan kebutuhan jasa pengiriman lewat e-commerce. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Erick Thohir: Ke Depan, Kita Ingin Perusahaan BUMN Tidak Terima Subsidi Lagi...