Virus Corona Jateng
Prioritas Rapid Test di Kebumen untuk Paramedis dan PDP Virus Corona. Wabup: Saya Sumbangkan Gaji
Prioritas Rapid Test di Kebumen untuk Paramedis dan PDP Virus Corona. Wabup: Saya Sumbangkan Gaji Saya Setahu. Di Antaranya untuk Beli Rapid Test
Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
"Kalau hasil swabnya positif berarti dia positif. Kalau swabnya negatif berarti rapid test-nya tidak dianggap, atau dianggap negatif."
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio mengatakan, pengujian menggunakan rapid test akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang rentan terhadap penularan virus corona.
Kelompok lain yang bakal menjadi sasaran rapid test adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang belum diuji swab.
Selain itu, rapid tes akan menyasar masyarakat yang sempat melakukan kontak langsung dengan pasien positif corona.
Ia pun meminta masyarakat tidak panik jikapun dinyatakan positif dari hasil rapid test.
• Update Virus Corona Banyumas: Bertambah 1 Pasien, Kini Ada 6 Kasus Positif Covid-19
• Dua Kota Suci Mekkah dan Madinah Ditutup 24 Jam. Kasus Positif Virus Corona di Arab Saudi Meningkat
• Bupati Banyumas Siapkan Rp30 Miliar untuk Bantuan Sosial Warga Terdampak Virus Corona
• Dua PDP Virus Corona Cilacap Negatif Covid-19, Satu di Antarnya Santri Kawungaten yang Meninggal
Warga yang dinyatakan positif dari rapid test masih akan diuji swab untuk mendapatkan diagnosa yang pasti.
Tidak menutup kemungkinan hasil uji swab berbeda dengan rapid test.
"Kalau hasil swabnya positif berarti dia positif. Kalau swabnya negatif berarti rapid test-nya tidak dianggap, atau dianggap negatif," katanya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, mendonasikan seluruh gajinya selama setahun untuk percepatan penanganan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Kebumen.
• PT Garuda Tauberes Indonesia Tutup, Ini Daftar 51 Anak - Cucu BUMN yang Dipangkas Erick Thohir
Total gaji yang dia sumbangkan sekitar Rp325 juta.
Uang itu ia belanjakan antara lain untuk membeli rapid test.
Arif pun hari ini menyerahkan 400 rapid test kepada Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio di rumah dinasnya.
"Hari ini saya serahkan 400 rapid test yang saat ini barang itu sulit didapatkan," katanya, Jumat (3/4)
Alat rapid tes ini bisa digunakan dengan sasaran tenaga kesehatan atau masyarakat langsung yang membutuhkan pengujian cepat. (*)
• Kisah Suami Tangkap Basah Istri Selingkuh dengan Kades, saat Mudik karena Wabah Virus Corona
• Korea Utara Klaim Bebas dari Virus Corona, Amerika Serikat Nyatakan Keraguannya
• Perempuan Brebes Meninggal di RSUD Kardinah Tegal, PDP Virus Corona, Pernah Bepergian ke Tangerang
• Sopir Penabrak H Supono Mustajab Tertangkap, Bersembunyi di Banjarnegara, Keluarga Tolak Berdamai