Berita Wonogiri
Kisah Suami Tangkap Basah Istri Selingkuh dengan Kades, saat Mudik karena Wabah Virus Corona
Kisah Suami Tangkap Basah Istri Selingkuh dengan Kades, saat Mudik karena Wabah Virus Corona. Sang suami mendapat sandal lelaki lain di depan rumah
Oknum Kepala Desa, BD, rupanya tak terima dengan perlakuan warga saat menggerebeknya di rumah selingkuhan. Ia lantas melaporkan warga ke polisi.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Wabah virus corona yang melanda Indonesia, membuat sejumlah perantau di Jakarta memutuskan pulang kampung.
Tak terkecuali TD (27), warga perantauan asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia memtuskan pulang kampung, setelah Jakarta menjadi tempat wilayah yang paling banyak terdapat kasus positif virus corona.
Tak dinyana, kepulangannya ke kampung halaman membuat aksi perselingkuhan istirnya, AL (27), dengan oknum kepala (kades) di Wonogiri terbongkar.
Alkisah, TD (27) mudik dari Jakarta ke Wonogiri tanpa mengabari sang istri, AL (27).
• Tutup 51 Anak - Cucu Usaha, Erikc Thohir Ingin BUMN ke Depan Tak Lagi Terima Subsidi Negara
• Korea Utara Klaim Bebas dari Virus Corona, Amerika Serikat Nyatakan Keraguannya
• Wakil Bupati Kebumen Sumbangkan Gaji Setahun untuk Penanganan Corona
• Hanya Warga Lokal yang Diperbolehkan Masuk Karimunjawa
Sesampainya di Wonogiri, TD terlebih dulu datang ke rumah ibunya.
Lalu ia menjenguk anaknya yang tinggal bersama sang istri pada Kamis (26/3/2020) malam.
Belum masuk ke dalam rumah, TD mendapati ada sandal pria di depan.
Kecurigaan TD kian memuncak setelah melihat sepeda motor terparkir di halaman rumah.
Ia lantas memberitahu warga sekitar.
Kades Temboro, Sriyatno mengatakan setelah berkumpul, seorang warga lantas mengetuk pintu rumah.
• Dua Kota Suci Mekkah dan Madinah Ditutup 24 Jam. Kasus Positif Virus Corona di Arab Saudi Meningkat
"Namun tak ada jawaban," kata Sriyatno.
Warga kemudian mengepung rumah AL. Kecurigaan TD memang terbukti.
Seorang pria berinisial BD sudah lebih dulu melarikan diri lewat pintu belakang rumah AL.
"Tapi akhirnya berhasil ditangkap warga dan diamankan," kata Sriyatno.