Berita Viral
Viral Video Dua Orang Belanja di Swalayan Pakai APD untuk Tenaga Medis, Undang Hujatan Netizen
Viral Video Dua Orang Belanja di sebuah pasar Swalayan Pakai APD untuk Tenaga Medis, Undang Hujatan Netizen. peristiwa ini diduga terjadi di Jakarta
Viral Video Dua Orang Belanja di Swalayan Pakai APD untuk Tenaga Medis, Undang Hujatan Netizen
TRIBUNBANYUMAS.COM - Video dua orang yang sedang berbelanja di pasar swalayan mengenakan hazmat suit atau alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan tenaga medis untuk menangani pasien virus corona, beredar di media sosial (medsos).
Tak ayal, video yang diupload akun Twitter @danedgustama ini pun viral di dunia maya.
Tak hanya viral, video itu menuai beragam komentar dari netizen. Mayoritas, mengundang hujatan dari netizen.
Terlebih, di tengah kondisi penyebaran wabah virus corona yang kian luas dan kebutuhan APD untuk tenaga medis meningkat.
Sementara, ketersediannya cukup minim dan sulit didapatkan di pasaran.
• Dokter dan Paramedis yang Rawat Pasien Virus Corona Wajib Kenakan APD: Tak Pakai, Jangan Tangani
• Begini Skemanya Bila Pemerintah Lockdown Jabodetabek, Dirjen Hubdar: Kami Siapkan Regulasinya
• Pemerintah Jadikan Lockdwon di Belanda sebagai Acuan, Mahfud MD: Selasa akan Kita Bahas PP-nya
• Resmi Mulai Besok Senin, Local Lockdown Kota Tegal Selama Empat Bulan
Bahkan di beberapa daerah, tenaga medis terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alternatif karena APD tidak tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Kejadian dua orang berbelanja di pasar swalayan (supermarket) ini terjadi di Jakarta Selatan dan kejadian tersebut langsung diabadikan dalam bentuk video yang saat ini sudah viral di media sosial Twitter.
Dalam video tersebut terekam bahwa dua orang tersebut lengkap dengan sarung tangan dan masker, sedang membawa troli belanja.
Keduanya merupakan pengunjung salah satu supermarket dan keduanya langsung mendapatkan teguran keras dari pihak supermarket tersebut.
“Justru kalian yang datang kesini seperti ini, jadi pertanyaan orang, selesaikan segera kalau gitu. Tamu saya jadi lihat kalian semua,” ungkap salah satu pihak supermarket mengusir kedua pengunjung tersebut.
Sejak pertama kali keduanya memasuki wilayah supermarket tersebut memang pihak keamanan sudah menegurnya.
Namun, keduanya tidak mengindahkan teguran tersebut justru membalasnya dengan nada tinggi.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu akun Twitter bernama @denadgustama yang hingga saat ini sudah dibagikan sebanyak lebih dari 30,7 ribu.
• Wali Kota Tegal: Saya Menyerukan Kepala Daerah Lain Juga Lakukan Karantina Wilayah Sebelum Menyesal
IDI: Tak Ada APD, Kami Mati
Paramedis dan dokter yang merawat pasien virus corona wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).
Bila tidak mengenakan APD, maka paramedis dan dokter dilarang merawat dan melayani pasien SARS-Cov-2 atau Covid-19.
Demikian maklumat yang disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pernyataan tersebut ditandatangani Ketua IDI Daeng M Faqih, Jumat (27/4/2020).
Oleh karena itu, IDI meminta pemerintah menjamin ketersediaan APD bagi seluruh tenaga kesehatan.
Dalam surat pernyataan tersebut, Daeng menyebut tidak tersedianya APD bagi dokter, perawat dan tenaga medis, memungkinkan tenaga kesehatan ikut terpapar virus corona.
"Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat," ujar Daeng.
• Kisah Kejengkelan Bupati Garut Rudy Gunawan Lihat ODP Virus Corona Jalan-jalan Santai Naik Motor
Daeng mengatakan, dokter yang tertular Covid-19 selain jatuh sakit juga akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan pada pasien serta dapat menularkan pada pasien.
Dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (28/3/2020) pagi, Daeng membenarkan pernyataan yang ditandatanganinya itu.
Daeng menyebut pernyataan itu dibuat atas kenyataan minimnya APD bagi tenaga medis, termasuk dokter. Sejumlah tenaga medis juga sudah terinfeksi Covid-19, bahkan sebagian di antaranya meninggal dunia.
"Kalau petugas kesehatan banyak tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak," kata Daeng.
"Himbauan untuk petugas kesehatan, yang pakai APD boleh merawat pasien Covid-19."
"Yang tidak pakai APD tidak diperkenankan merawat pasien Covid-19," sambung dia.
Senada disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara, dr Harry Laksmana.
• Cukup 15 Menit Saja, Perhatikan Waktu Berjemur untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Lawan Virus Corona
Ia mengatakan, sejawat dokter yang bernaung di bawah organisasi profesi itu berkali-kali meminta agar pemerintah pusat menyiapkan Alat Pelindung Diri ( APD) untuk penanganan pasien Covid-19.
Para dokter yang bekerja di puskesmas sempat ketakutan karena tidak tersedianya APD di puskesmas.
Kondisi itu mengancam keselamatan dokter. Apalagi, dokter di puskesmas bertugas untuk mendeteksi Orang Dalam Pemantauan (OPD) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Teman-teman sejawat itu bilang, ketakutan juga mendeteksi OTG dan ODP. Ini garda depan. Kalau PDP sudah pasti di rumah sakit rujukan. Kalau tak ada APD, kami bisa mati,” kata Harry saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).
Harry sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin untuk menyediakan APD khusus di puskesmas.
• Pemerintah Segera Gelar Rapat Bahas Soal Kemungkinan Karantina Total Jabodetabek
• Jumlah PDP Corona di Ciamis Meningkat 4 Kali Lipat Setelah Pemudik Jabodetabek Berdatangan
• Bikin Sendiri Cairan Disinfektan dari Pemutih Pakaian atau Pembersih Lantai. Yuk, Simak Caranya
• ODP dan PDP Corona Meningkat, Simak Update Virus Corona di Banyumas Minggu 29 Maret
“Saya dengar sudah ada sekarang APD di puskesmas dalam jumlah terbatas, ini kabar baik. Kami siap bertempur garda depan. Namun, juga lindungi juga peralatan tempur kami. Kalau tidak ada APD, kami mati,” ucap Harry.
Harry menyarankan agar ODP dijaga oleh militer seperti TNI/Polri. Sehingga tertib menjalani masa karantina di rumah selama 14 hari.
Untuk itu, Harry terus berkomunikasi soal strategi penanganan virus dengan sejumlah pihak di kabupaten itu. Termasuk ruang isolasi khusus untuk dokter yang menangani pasien. (*)
Artikel ini telah tayang di sonora.id dengan judul Jumlahnya Minim, Dua Orang Ini Justru Pakai APD Saat Berbelanja, Langsung Kena Tegur dan kompas.com berjudul IDI: Kalau Tak Ada APD Kami Mati