Breaking News:

Teror Virus Corona

Begini Skemanya Bila Pemerintah Lockdown Jabodetabek, Dirjen Hubdar: Kami Siapkan Regulasinya

Begini Skemanya Bila Pemerintah Lockdown Jabodetabek, Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiyadi: Kami Siapkan Regulasinya

Editor: yayan isro roziki
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pesta Rakyat Pasar Gambir di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013). Kawasan Monas dipastikan akan bertambah sepi bila pemerintah mengambil opsi lockdown Jabodetabek, guna menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia. 

Begini Skemanya Bila Pemerintah Lockdown Jabodetabek, Dirjen Hubdar: Kami Siapkan Regulasinya

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah menimbang opsi untuk melakukan karantina total terhadap wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia.

Karena itu, pemerintah akan segera menggelar rapat bersama pemangku kepentingan terkait, dalam menimbang kebijakan lockdown untuk Jabodetabek ini.

Opsi lockdown Jabodetabek ini perlu dipertimbangkan secara serius.

Karena itu, menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Budi Setiyadi, keputusan penutupan akses masuk dan keluar Jabodetabek bakal diambil esok Senin (30/3/2020), ketika pihaknya melakukan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Menteri Perhubungan.

Pemerintah Segera Gelar Rapat Bahas Soal Kemungkinan Karantina Total Jabodetabek

Wali Kota Tegal: Saya Menyerukan Kepala Daerah Lain Juga Lakukan Karantina Wilayah Sebelum Menyesal

Pemerintah Periksa 6.500 Orang terkait Virus Corona, Jubir: Masih Ada yang Belum Lakukan Isolasi

Resmi Mulai Besok Senin, Local Lockdown Kota Tegal Selama Empat Bulan

"Kami sedang siapkan juga regulasinya seperti apa. Kami akan membuat suatu perencanaan dari Jabodetabek. Ini bukan Jakarta loh. Kita bicara Jabodetabek," ujar Budi ketika memberikan paparan dalam tayangan Kompas Petang di Kompas TV, Minggu (29/3/2020).

"Itu semuanya tidak boleh keluar dari arah Jabodetabek ke Jawa Tengah, Banten, kemudian ke Sumatera," jelas dia.

Namun demikian, dirinya masih belum bisa mengungkapkan kapan pembatasan akses masuk dan keluar Jabodetabek bakal diberlakukan.

Saat ini, Polda Metro Jaya dengan jajaran Dinas Perhubungan Jakarta pun sedang melakukan survei mengenai titik-titik yang bakal menjadi tempat larangan keluar-masuk Jabodetabek diberlakukan.

"Nanti kita akan melakukan pendekatan kepada masyarakt yang masih melakukan perjalanan," ujar dia.

UPDATE: 64 Pasien Dinyatakan Sembuh. Total 1.285 Kasus Positif Virus Corona, 114 Meninggal

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved