Berita Regional

Masyarakat Heboh Corona, Pria Ini Justru Selundupkan 6 Ton BBM Subsidi

Sebanyak 6 ton bahan bakar minyak (BBM) yang akan dijual secara ilegal diamankan aparat kepolisian di muara Telok Batang,Kalimantan Barat.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Ilustrasi penyelundupan BBM(KOMPAS.com/ Junaedi) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sebanyak 6 ton bahan bakar minyak ( BBM) yang akan dijual secara ilegal diamankan aparat kepolisian di muara Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Direktur Polairud Polda Kalbar Kombes Pol Benyamin Sapta melalui Kasubdit Gakkum AKBP Jamhury menerangkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat, Jumat (13/3/2020).

"Berawal informasi masyarakat, kami menghentikan sebuah kapal ikan yang mengangkut 6 ton BBM bersubsidi secara ilegal di muara Telok Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat," kata Jamhury melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2020).

Artis Cantik Ririn Ekawati Akhirnya Dipastikan Negatif Narkoba, Begini Nasib Asistennya

Suami Dorong Motor yang Bannya Kempes, Tas Istri Dijambret Dua Pemuda Brandal

Hujan Ringan Siang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Banyumas Purwokerto Selasa 17 Maret

Mulai Merebak, Kenali Gejala Awal Virus Corona Lalu Segera Periksa ke Rumah Sakit

Dijelaskan, 6 ton BBM tersebut disimpan di dalam 30 drum, yang masing-masing terdiri dari 28 drum berisi solar dan 2 drum pertalite.

"Setelah dilakukan pemeriksaaan singkat di lokasi, kapal KM Karya Bersama ini juga tidak dilengkapi surat izin berlayar," ujar Jamhury.

Selain mengamankan barang bukti, aparat juga menangkap dan memeriksa sebanyak 7 orang anak buah kapal (ABK).

Dalam pemeriksaan, diketahui pemilik BBM tersebut adalah seorang berinisial TTS yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat.

Jadwal Acara TV Selasa 17 Maret 2020 di Trans TV, RCTI, SCTV, GTV, Indosiar, ANTV dan MNC TV

Pemilik Galian C Maut di Grobogan Ditetapkan sebagai Tersangka, Polisi: Karena Kelalaiannya

Liga Dangdut Indonesia hingga Jupiter Ascending - Berikut Jadwal Acara TV, Selasa 17 Maret 2020

Video Pemkab Cilacap Siap Hadapi Virus Corona

Ditegaskan, dalam penanganan kasus ini, kepolisian menerapkan Pasal 55 di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Saat ini barang bukti baik berupa BBM sebanyak 30 drum, 1 buah kapal beserta ABK sudah dibawa ke dermaga Polairud Polda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Jamhury. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Polisi Gagalkan Pengangkutan Ilegal 6 Ton BBM Bersubsidi", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved