Berita Komunitas

Mengintip Sahabat Tenggang Semarang, Tak Sekadar Kuliah, Raeda Belajar Banyak Hal Bersama Anak

Bukan melulu berbagi finansial, komunitas yang digawangi para anak muda ini mengajak untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak.

Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG
Komunitas Sahabat Tenggang Semarang berfoto bersama anak-anak Kampung Tenggang, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Berkecimpung dalam aktivitas bidang sosial membutuhkan hati yang ikhlas dan semangat berbagi.

Bukan melulu berbagi finansial, komunitas yang digawangi para anak muda ini mengajak untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak. 

Beragam kegiatan diluncurkan, dari pendampingan belajar, melatih keterampilan, dan berwisata.     

Kalau Ada Petugas Mau Semprot Disinfektan di Rumah, Lapor Pak RT, Bisa Jadi Cuma Kedok Penipuan

Pertama di Cilacap, Overpass Sigong Mulai Diujicobakan, Peresmian Tunggu Jadwal Gubernur Jateng

Rubi ( Rumah Belajar Impian) salah satu kegiatan rutin Sahabat Tenggang Semarang, memberi wadah bagi anak-anak sebagai tempat belajar dan bermain lebih positif.

Hal ini mengurangi kesempatan anak-anak bermain dengan aktivitas yang tidak jelas saat sore hari.

Kegiatan rutin belajar dimulai setiap Senin dan Jumat pukul 16.00.

Kehadiran Sahabat Tenggang Semarang telah memberikan dampak positif untuk Kampung Tenggang.

Selain menjadi lebih ramai karena banyak kegiatan belajar dan bermain anak-anak, juga lebih berwarna dengan kehadiran para relawan.

“Saya mulai gabung di Sahabat Tenggang itu lebih kurang 1 tahun yang lalu, Maret 2019."

"Waktu itu saya udah kuliah di semester 8, jadi sudah tidak ada mata kuliah lagi di kampus."

"Awal tahu ada kegiatan ini dari teman saya yang pernah bertemu di acara volunteer juga."

"Dan kebetulan ada open recruitment-nya, jadi saya ikut daftar,” ucap Mezi Nadila, salah satu relawan Sahabat Tenggang.

Belanda Kembalikan Keris Nogo Siluman, Ki Roni Sadewo: Pangeran Diponegoro Tak Pernah Menyebut Itu

Pertengahan Ramadan, Benda Angkasa Mirip Asteroid Apollo Dekati Bumi, Ini Penjelasan NASA

Nadila mengira awalnya kegiatan Sahabat Tenggang Semarang hanya terbatas dalam kegiatan belajar-mengajar anak-anak di Kampung Tenggang.

Tetapi lebih dari itu, ada banyak aktivitas yang lain.

Di sana bisa belajar, bermain, ada kegiatan outdoor, hingga kegiatan wisata sampai luar Semarang.

Sahabat Tenggang juga sering ikut seminar dan masih banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Dengan bergabung dengan komunitas Sahabat Tenggang Semarang, ia juga bisa bertemu dengan teman baru yang sudah seperti keluarga sendiri.

Tidak hanya satu, tetapi sangat banyak dan berasal dari berbagai kampus, komunitas, bahkan daerah yang berbeda.

Hal ini membuatnya bersyukur karena bisa menjalin tali silaturahmi dengan yang lain.

“Saya bisa dibilang sebagai anak rumahan, dulu memang jarang keluar rumah."

"Pas awal saya berkuliah, jauh dari rumah, 2015-2018 itu kegiatan saya masih sekitaran kuliah, dan kalo libur pulang rumah."

Kini Berstatus Penyidikan! Kasus Pelantikan Bertarif Perangkat Desa Bojanegara di Purbalingga

ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja

"Tapi mulai akhir 2018,  setelah sudah tidak ada tanggungan mata kuliah lagi, saya berkeinginan cari kegiatan-kegiatan di luar perkuliahan."

"Akhirnya sering terlibat dalam kegaitan volunteer."

"Salah satunya di Sahabat Tenggang, di sini saya bisa lebih peduli dengan lingkungan sosial dan permasalahannya, terutama di bidang pendidikan,” tutur alumnus Universitas Wahid Hasyim itu.

Sementara itu, Raeda Nur Lailani mulai bergabung dengan komunitas Sahabat Tenggang Semarang di 2018.

Ia tertarik untuk bergabung karena ada ketertarikan di bidang kegiatan sosial.

Selain itu, awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saja selain kuliah, tetapi ternyata di Sahabat Tenggang ini bisa menjadi tempat untuk belajar banyak hal.

“Yang awalnya cuma iseng gabung saja, justru buat aku jadi semakin belajar, buat harus banyak bersyukur."

"Belajar ikhlas dan berbagi. Juga belajar bagaimana mengurus adik-adik yang kondisinya aktif dengan karakter yang berbeda."

"Lalu, tentunya aku jadi dapat teman baru,” katanya.

Baginya pada setiap pengajaran yang dilakukan bersama Sahabat Tenggang Semarang akan menjadi cerita menarik.

Dua Pasien Positif Corona di Solo, Ganjar: Lakukan Aktivitas Seperti Biasanya, Tak Usah Panik

Manisan Carica Banjarnegara Serasa Mulai Berkurang Kemanisannya, Produsen Keluhkan Harga Gula

Yang berkesan bahwa seluruh relawan membuat acara untuk anak-anak dengan dana yang minim.

Tetapi sebisa mungkin diupayakan tetap mengutamakan kebahagiaan anak-anak.

Pasti akan ada perasaan senang dan berkesan ketika melihat anak-anak senang setelah acara yang diselenggarakan.

“Terus aku juga menjadi lebih peduli ke orang dan lingkungan sekitar."

"Dengan berinteraksi seperti ini juga bisa makin memahamai pola hubungan antara krisis moral dan korban pola asuh orangtua untuk anak-anak."

"Jadi ini membuat saya terpacu untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan ingin belajar lebih lagi tentang hal-hal tersebut,” lanjutnya. (Tribun Jateng)

Lelang Jersey PSCS Cilacap Seharga Rp 20 Juta, Wabup: Saya Beli Atas Nama Pribadi

Pasien Pengawasan Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Jenazah Dibungkus Plastik, Usia 59 Tahun

Terpengaruh Ciu, Empat Remaja Putri Rampas Ponsel, Seminggu Dua Kali Wajib ke Polsek Semarang Timur

Kisro Ditemukan Dua Kemudian, Warga Banjarnegara Terpeleset Saat Mancing di Sungai Serayu

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved