Breaking News:

Berita Kriminal

Ibu dan Anak Ditangkap Polisi, Jual Pil Koplo di Jakarta, Jaringan Lintas Daerah

Ibu dan anak terpaksa harus berurusan dengan kepolisian lantaran terlibat dalam peredaran obat psikotropika berjenis pil koplo.

Editor: deni setiawan
ANTARA Jatim/ Hanif Nashrullah
Para pelaku pengedar pil koplo di Polrestabes Surabaya, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SURABAYA - Ibu dan anak terpaksa harus berurusan dengan kepolisian lantaran terlibat dalam peredaran obat psikotropika berjenis pil koplo.

Total ada 10 pengedar yang diringkus jajaran anggota Polrestabes Surabaya.

Polisi setidaknya menyita tujuh juta butir pil koplo, setelah meringkus jaringan pengedarnya selama Februari hingga pertengahan Maret 2020.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, 10 pengedar telah diringkus, berinisial VR, FN, BD, HN, CN, JN, AS, GG, MN, dan DK.

Kini Berstatus Penyidikan! Kasus Pelantikan Bertarif Perangkat Desa Bojanegara di Purbalingga

ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja

Tak Kapok Kalah, Sugeng Kembali Deklarasi Jadi Balon Bupati Purbalingga, Bersama Koalisi Pelangi

"10 orang pengedar ini kami tangkap di berbagai tempat berbeda."

"Ada yang ditangkap di Surabaya, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Blora, Jawa Tengah, dan Jakarta," kata Sandi seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (11/3/2020).

Kombes Pol Sandi menjelaskan, pengungkapan kasus peredaran pil koplo ini berawal dari penangkapan pengedar berinisial VR di kawasan Tambaksari, Surabaya.

Barang bukti yang disita saat itu yaitu 3,6 juta butir pil koplo jenis LL atau "Double L".

Dari pengembangan, polisi kemudian menangkap FN dan AS di wilayah Surabaya dengan barang bukti 68 ribu butir pil jenis serupa.

Tak berselang lama polisi meringkus pengedar berinisial MN dan DK di Kabupaten Kediri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved