Demo di Banyumas
BANYUMAS MEMANAS, Kapolresta Dilempari Batu, Polisi Balas Tembakkan Gas Air Mata, Massa Kocar-kacir
Situasi demo di Purwokerto makin panas. Upaya dialog Kapolresta Banyumas dibalas lemparan batu oleh massa.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Situasi Kerusuhan di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas semakin memanas pada Sabtu (30/8/2025) sore.
Aparat kepolisian akhirnya menembakkan Gas Air Mata untuk membubarkan ribuan massa aksi yang bertindak anarkis.
Tembakan gas air mata ini dipicu oleh aksi pelemparan benda ke arah Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Ari Wibowo, yang sedang mencoba berdialog dengan massa di depan Kantor Bupati Banyumas.

Baca juga: Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Banyumas, Gerbang Besi Roboh, Pendopo Dihujani Batu
Kapolresta Dilempari, Gas Air Mata Meletus
Ketegangan mencapai puncaknya sekitar pukul 16.50 WIB.
Sesaat setelah Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo mencoba berkomunikasi, sejumlah oknum dari tengah kerumunan massa justru membalas dengan lemparan berbagai benda.
Melihat situasi yang tak terkendali, aparat kepolisian langsung mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Asap pekat berwarna putih seketika menyebar, memaksa massa kocar-kacir menyelamatkan diri.
Baca juga: 7 Barang Wajib Dibawa Saat Ikut Demo Agar Tetap Aman, Nomor 5 Sering Dilupakan
Massa Kocar-kacir, Olesi Wajah dengan Pasta Gigi
Para pengunjuk rasa berhamburan ke berbagai arah, termasuk ke Alun-Alun Purwokerto dan jalan-jalan di sekitarnya.
Sebagian dari mereka terlihat mengoleskan pasta gigi ke wajah untuk mengurangi rasa perih akibat gas air mata.
Meski telah dibubarkan, massa perlahan kembali mendekat ke lokasi.
Dalam kekacauan tersebut, massa sempat berupaya membakar gedung eks DPRD Banyumas.
Sejumlah fasilitas seperti pot bunga dan kaca gedung Pemkab pecah.
Beberapa sepeda motor milik kepolisian juga terlihat dirusak.
Ini 5 Tuntutan Massa Aksi
Aksi demonstrasi ini merupakan akumulasi kekecewaan terhadap negara. Massa aksi yang terdiri dari aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil Banyumas membawa lima tuntutan utama, yaitu:
- Menolak segala bentuk represivitas aparat penegak hukum.
- Menuntut pencopotan Kapolri.
- Menuntut pengusutan transparan terhadap tindakan represif aparat.
- Menolak ucapan dan tindakan wakil rakyat yang tidak pro-rakyat.
- Menuntut dibuatnya kebijakan yang menyejahterakan rakyat.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa serentak di sejumlah daerah, buntut dari tewasnya seorang driver ojol di Jakarta. (jti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.