Berita Regional
Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu
Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu
Sementara itu, Ni Made Suardani, salah satu guru beragama Hindu di Ponpes ini mengatakan selama mengajar tak pernah merasa dibedakan.
Kepada para siswanya, ia memang selalu mengajarkan untuk saling menghormati meski berbeda keyakinan.
• Duo Inzaghi Bersaudara: Filippo dan Simone Rajai Klasmen Liga Italia
" Toleransi yang kita ajarkan selama ini langsung dengan praktik bahwa kita walau berbeda agama tetap saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain," katanya Minggu (1/3/2020) siang.
Para santri di Ponpes ini menurutnya juga tak pernah membeda-bedakan antara guru Muslim dan Hindu.
"Bila bertemu baik di sekolah maupun di luar mereka selalu bersalaman dan mencium tangan kami," katanya.
Pendiri Pondok Pesantren Bali Bina Insani Tabanan, Ketut Imaduddin Djamal mengatakan sebagai putra asli Bali, dia mengaku sangat paham bagaimana budaya dan adat istiadat di Bali.
• Beredar Kabar Pembunuh Driver Online Grab Asal Kudus Pecatan TNI, Begini Tanggapan Kapendam
Maka, ia ingin para santri di Ponpesnya menghargai dan kenal dengan budaya Bali. Sebab mereka hidup dan tinggal di Bali.
Menurutnya, perbedaan itu memang ada di dunia ini. Namun, bukan untuk dijadikan alasan bermusuhan atau perpecahan.
Jadi kepada para santri sangat ditanamkan nilai untuk menghargai perbedaan.
"Di Islam juga kan diajarkan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sesama tanpa melihat ideologi, etnis, geografis, dan agama."
• Perempuan Warga Negara Korea Bunuh Diri di Solo, Diduga Depresi karena Merasa Terpapar Virus Corona
"Kita disuruh berbuat baik saja. Kalau kamu beebuat baik, maka kebaikan itu akan kembali pada kamu," katanya.
Selain itu, kepada para santrinya juga ditekankan agar berbaur dengan warga sekitar.
Misalnya, saat ada warga yang mendapat musibah seperti meninggal dunia, maka ditekankan untuk datang dan membantu sebisanya.
Kemudian, saat Idul Adha, Ponpes juga mengundang warga sekitar untuk ikut mengibung atau makan bersama di areal Ponpes.
"Saya hanya ingin santri tak terjerabut dari budaya Bali karena mereka hidup di Bali," kata mantan Ketua Pengadilan Agama Denpasar ini.
• Mitos Keangkeran Jalan Raya Kebun Krumput Banyumas, yang Justru Banyak Undang Pengemis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bangunan-ponpes-bali-bina-insani-di-tabanan-yang-patut-menjadi-contoh-dalam-toleransi-beragama_.jpg)