Kamis, 7 Mei 2026

Bocah Main Layangan Temukan Bayi di Sungai Kedungmalang, DNA Diambil

Jasad bayi laki-laki ditemukan anak-anak main layangan di Sungai SWD II Jepara, Selasa (5/5/2026). Polisi segera ambil sampel DNA jasad.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Saiful Masum
SAMPAIKAN UPDATE - Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, saat menyampaikan perkembangan terkini terkait kasus penemuan jasad bayi di aliran Sungai SWD II, Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Rabu (6/5/2026). Jasad bayi saat ini sudah menjalani Visum et Repertum (VeR) serta tahapan pengambilan sampel tes DNA. 

Ringkasan Berita:
  • Jasad bayi laki-laki dengan ari-ari menempel ditemukan di Sungai SWD II Jepara.
  • Bayi malang ini pertama kali dilihat oleh anak-anak yang asyik bermain layangan.
  • Warga bernama Muzaenah mengevakuasi jasad bayi itu dan memindahkannya ke kardus.
  • Hasil visum luar di RSUD RA Kartini tidak menemukan satupun tanda kekerasan fisik.
  • Polisi segera mengambil sampel DNA untuk melacak identitas orang tua kandung bayi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengungkapkan bahwa rentang waktu kematian bayi laki-laki tanpa identitas di Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) II, Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, diperkirakan terjadi 1-2 hari sebelum ditemukan.

Jasad bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat sekitar pada Selasa (5/5/2026) kemarin.

Selain itu, pihak kepolisian menduga bayi tersebut lahir dalam kondisi normal. Pasalnya, jasad bayi saat ditemukan masih dalam kondisi utuh dan lengkap dengan ari-ari serta tali pusar yang menempel pada tubuhnya.

Baca juga: Tali Pusar Terputus Paksa, Mayat Bayi Gegerkan Warga Bancak

Meski demikian, AKP M. Faizal Wildan mengaku belum bisa memastikan secara gamblang apa penyebab pasti dari kematian sang bayi.

Pihaknya sudah meminta bantuan tim medis dari RSUD RA Kartini Jepara untuk melakukan proses Visum et Repertum (VeR) luar pada jasad bayi tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada bagian luar tubuh bayi.

"Kematian bayi belum bisa disimpulkan karena baru pemeriksaan luar. Hasil visum luar tidak ada kekerasan bayi, ari-ari masih lengkap. Dimungkinkan setelah lahir langsung dibuang," terangnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut, mengingat tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada jasad bagian luar, sangat dimungkinkan adanya pemeriksaan lebih mendalam dengan Visum et Repertum (VeR) dalam guna mengungkap secara terang benderang penyebab pasti kematian bayi.

Pihaknya juga telah menginstruksikan tim medis untuk mengambil sampel DNA bayi tersebut, agar kelak dapat digunakan sebagai salah satu alat bukti kuat dalam pengungkapan kasus pembuangan ini.

Sampel DNA itu nantinya akan digunakan untuk mengukur tingkat kecocokan terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai orangtua biologis bayi tersebut.

Dengan langkah investigasi ilmiah tersebut, diharapkan dapat membantu proses penyelidikan kasus tentang siapa sosok tak bertanggung jawab yang tega membuang bayi malang itu sesaat setelah dilahirkan.

"Setelah ditemukan, bayi sudah dibawa ke RSUD untuk divisum luar dan ambil sampel DNA. Kami terus lakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung sempat digegerkan dengan insiden penemuan jasad bayi yang mengambang di aliran Sungai SWD II, pada Selasa kemarin.

Awal mula penemuan jasad bayi laki-laki tersebut rupanya pertama kali disadari oleh anak-anak yang kala itu sedang asyik bermain layangan di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan mengejutkan itu kemudian dilaporkan kepada masyarakat sekitar, khususnya warga yang tinggal di wilayah RT 1 RW 1, Desa Kedungmalang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved