Berita Regional

Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu

Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu

KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN
Bangunan Ponpes Bali Bina Insani di Tabanan, yang patut menjadi contoh dalam toleransi beragama. 

Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Bali, 50 Persen Guru di Ponpes Ini Beragama Hindu

TRIBUNBANYUMAS.COM, TABANAN - Nila-nilai toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata tertanam cukup mendalam. Jarang sekali terjadi gesekan di masyarakat karena dipicu persoalan agama.

Mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu. Di sana, sangat mudah menemukan pura-pura, sebgai tempat  peribadatan umat Hindu.

Namun, Islam di Bali juga cukup berkembang. Di Bali, antarumat beragama sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Seperti yang tergambar dalam kehidupan sehari-hari warga di Pondok Pesantren (Ponpes) Bali Bina Insani, yang berada di sebuah desa dengan komunitas Hindu yang sangat kental.

Kisah Kakek Pemulung Sebatangkara Diusir Istri Karena Hanya Beri Rp 50 Ribu

Cerita Sebenarnya Video Viral Pria Kepergok Curi Susu Demi 2 Balita, Polisi: Nurani Saya Tersentuh

Kisah Alumni SMPN 3 Purbalingga yang Kembali ke Sekolah Setelah Sukses, Ini yang Dia Lakukan

Update Virus Corona: Awal Maret Hampir 3000 Orang Meninggal Dunia,China Terbanyak, Indonesia Nihil

Kompas.com berkesempatan menyambangi Ponpes yang beralamat di Desa Meliling, Kecamatan Karambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Sabtu (29/2/2020).

Pesantren yang berdiri di area seluas 5 hektar ini menjadi potret nyata gambaran indahnya toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Ketika Kompas.com menyambanginya, kegiatan belajar mengajar di Madrasah Tsanawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (MA) sedang diliburkan.

Rupanya, kegitan belajar diliburkan karena umat Hindu sedang merayakan hari besar keagamaan Kuningan.

Vatikan Mengkonfirmasi Paus Fransiskus Terinfeksi Corona Ternyata Hoaks, Begini Kondisi Aslinya

Yuli Saiful Bahri, Kepala Biro Pendidikan Bali Bina Insani mengatakan memang hampir 50 persen tenaga pengajar di Ponpes ini beragama Hindu.

Ada sekitar 49 guru yang mengajar di Lembaga Pendidikan yang menerapkan konsep boarding school (asrama) ini.

Jadi, ketika hari-hari besar keagamaan Hindu, kegiatan belajar mengajar diliburkan.

"Ini adalah cara kami untuk menghormati para guru yang merayakan hari besar keagamaannya," kata Yuli, Sabtu siang.

WNA Korea yang Bunuh Diri Karena Merasa Terinfeksi Corona di Solo Tinggalkan Catatan, Begini Isinya

Yuli mengatakan, sejak berdiri sekitar tahun 1991, Ponpes ini diterima baik oleh masyarakat setempat.

Tak pernah ada sekalipun konflik atau penolakan dari masyarakat sekitar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved