Jumat, 10 April 2026

2.115 Hektar Lahan di Pantura Brebes Mengalami Abrasi

Lima kecamatan di wilayah Pantura Kabupaten Brebes mengalami abrasi atau tanah hilang akibat fenomena alam dengan jumlah mencapai ribuan hektar.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ M Zaenal Arifin
Anggota PC Pira Kabupaten Brebes melakukan penanaman bibir mangrove di pesisir Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Wanasari, Brebes, akhir pekan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Lima kecamatan di wilayah Pantura Kabupaten Brebes mengalami abrasi atau tanah hilang akibat fenomena alam dengan jumlah mencapai ribuan hektar.

Namun demikian, daratan di Kabupaten Brebes juga mengalami akresi atau tanah timbul yang jumlahnya justru lebih banyak dari abrasi.

Di wilayah kabupaten pesisir utara yang memiliki garis pantai sepanjang 73 kilometer ini, lima kecamatan mengalami abrasi atau tanah hilang mencapai 2.115,39 hektar dan mengalami akresi seluas 2.905,29 hektar.

Lima Kecamatan itu meliputi, Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, dan Losari.

Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Brebes merinci, di Kecamatan Brebes, abrasi mencapai 506,81 hektar dan akresi mencapai 1.840,58 hektar.

Kecamatan Wanasari mengalami abrasi seluas 626,15 hektar dan akresi seluas 66,09 hektar.

Begini Ekspresi Maia Estianti saat Kontestan Indonesian Idol Nyanyikan Lagu Mulan Jameela

Breaking News ! Seorang WNI Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona Wuhan China

Setelah Lolos Tes SKD CPNS Jangan Senang Dahulu, Begini Penjelasan BKN

Tagar #DIYdaruratklitih Trending, Begini Sejarah Klitih di Yogyakarta

Selanjutnya, di Kecamatan Bulakamba mengalami abrasi mencapai 1,98 hektar dan akresi 776,04 hektar.

Kecamatan Tanjung mengalami abrasi seluas 46,12 hektar dan akresi 16,84 hektar.

Kecamatan Losari mengalami abrasi mencapai 934,33 hektar dan akresi mencapai 205,74 hektar.

"Di lima kecamatan itu yang mengalami abrasi paling parah adalah di Kecamatan Losari, yaitu 934 hektar.

Dan yang mengalami akresi paling luas adalah Kacamatan Brebes, yaitu 1.840 hektar.

Tanah yang timbul itu statusnya milik pemerintah," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Brebes, Iskandar Agung, Selasa (4/2/2020).

Iskandar menuturkan, abrasi terjadi akibat faktor alam, yaitu akibat dari arus laut dan angin.

Di sepanjang garis pantai Kabupaten Brebes ada beberapa wilayah yang terdampak.

Namun abrasi yang terjadi ini bisa diminimalisir oleh penahan gelombang laut atau geotube yang cukup efektif menahan gempuran ombak yang mengakibatkan abrasi.

Tiga Orang WNI yang Tertahan di Wuhan Saat Evakuasi Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah China

Kisah Pria Sebatangkara yang Selama 10 Tahun Hidup di Goa, Begini Cara dia Bertahan Hidup

Dentuman dan Ledakan Terdengar dari GOR Goentoer Darjono Purbalingga, Ini Foto-foto apa yang Terjadi

Mengharukan! Catatan Harian Siswi SD yang Tewas di Gorong-gorong Ditemukan, Begini Isinya

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved