2.115 Hektar Lahan di Pantura Brebes Mengalami Abrasi
Lima kecamatan di wilayah Pantura Kabupaten Brebes mengalami abrasi atau tanah hilang akibat fenomena alam dengan jumlah mencapai ribuan hektar.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Rival Almanaf
"Mangrove memang tanaman yang kuat menahan abrasi.
Pesisir Brebes juga tertolong oleh sabuk hijau atau mangrove yang selama beberapa tahun terakhir gencar dilakukan penanaman.
Kalau tidak ada mangrove mungkin sudah hilang tanah di perkampungan nelayan," tuturnya.
Iskandar mengungkapkan, saat ini sudah banyak pihak yang memperhatikan lingkungan pesisir dengan penanaman pohon mangrove.
Penanaman mangrove tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga oleh komunitas, masyarakat, hingga perusahaan melalui dana CSR.
Penanaman ini gencar dilakukan sejak Brebes mengalami abrasi terparah beberapa tahun silam.
"Sekarang kesadaran untuk mempertahankan kawasan pesisir di Brebes itu makin tinggi.
Pemerintah juga melakukan upaya untuk menekan abrasi agar dampaknya tidak terlalu luas," pungkasnya.
Upaya penanaman mangrove di antaranya dilakukan Perempuan Indonesia Raya (Pira) Cabang Brebes, akhir pekan lalu.
Sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam di area pesisir Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari.
Ketua PC Pira Kabupaten Brebes, Deviyanti Rosita mengatakan, penanaman bibit mangrove tersebut sebagai bentuk kepedulian Pira terhadap lingkungan khususnya kawasan pesisir.
"Sebagaimana diketahui, tingkat abrasi di Brebes paling besar di Jawa Tengah. Sehingga dengan adanya penanaman mangrove ini dapat mengurangi abrasi yang terjadi," katanya. (Nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/anggota-pc-pira-kabupaten-brebes-melakukan-penanaman-bibir-mangrove-di-pesisir-pulau-cemara.jpg)