Teror Virus Corona
Negatif Corona, Dua Turis China di Bali Kembali ke Tiongkok
3pasien yang sebelumnya dikhawatirkan terpapar corona, dinyatakan negatif. Ini berdasarkan hasil uji laboratorium. Indonesia sampai saat ini negatif
Selain itu, wisatawan berinisial EFC asal Mexico (39) juga dinyatakan negatif terjangkit virus corona dan sudah diperbolehkan pulang lebih dulu pada Jumat.
• Tranmere vs Manchester United, Laga Pertaruhan Ole. Kalah Lagi Dipecat?
Batalkan Penerbangan
Sebelumnya Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr dr I Ketut Sudartana, mengatakan ada tiga pasien yang merupakan wisatawan asing dibawa ke RSUP Sanglah yang diduga (suspect) terjangkit virus corona.
Ia menjelaskan terhadap ketiga turis asing tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada rongga hidung dan tenggorokan dari pasien. Setelah diperiksa langsung dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Jakarta.
"Satu pasien dari Meksiko ini memang sebelumnya dia lama di China kemudian dia ke Filipina lalu ke Jakarta dan sejak seminggu lalu ada di Bali. Ia mengeluh panas. Ada yang dirujuk dari RS BIMC dan ada juga yang datang sendiri ke Sanglah," katanya.
Terkait wabah virus corona di Wuhan, sebanyak delapan penerbangan yang menghubungkan Wuhan dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan.
• Waspada! Dua Kasus Pencabulan Ini Korbannya Anak di Bawah Umur. Tersangka Orang Dekat Korban
"Penutupan rute penerbangan ini dilakukan mulai 23 Januari lalu pukul 11.00 UTC sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC mendatang," ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, Sabtu.
Ia mengatakan, penutupan penerbangan sementara waktu itu sesuai dengan Notam G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing terkait antisipasi penyebaran virus yang awalnya mewabah di wilayah Wuhan tersebut. Notam adalah pemberitahuan yang disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi.
Delapan penerbangan rute Bali-Wuhan atau sebaliknya yang dibatalkan itu, merupakan penerbangan yang dioperasikan oleh dua maskapai penerbangan nasional yaitu Lion Air dan Sriwijaya Air.
Arie menambahkan, pihaknya juga akan selalu memperbarui informasi perkembangan Notam internasional dari China terkait diperpanjang atau dipercepat penutupan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan.
• Menguak Sejarah, Peran Penting Gus Dur di Balik Meriahnya Perayaan Imlek di Indonesia
• Setelah Diperiksa Penyidik, Sekjen PDIP Hasto Sebut Harun Masiku Korban. Ini Bantahan KPK
• Video Mengerikan di Wuhan China Akibat Virus Korona, Korban Berjatuhan di Jalan
• Di Balik Kontroversi Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri: Sobat Ambyar, Menjiwai Lagu Didi Kempot (2)
"Sehingga nanti jika sudah ada update Notam dari Beijing ketika sudah bisa dibuka kembali maka otomatis jadwal penerbangan akan segera dibuka untuk melayani para penumpang," katanya.
Untuk penerbangan yang menghubungkan berbagai wilayah di China dengan Bali, Arie menjelaskan secara regular ada 15 penerbangan per hari di luar jadwal penerbangan carter yang jumlahnya jika digabungkan keseluruhan bervariasi mencapai 20-25 penerbangan per hari.
Khusus untuk penerbangan yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Bandara Wuhan, ia mengatakan penerbangan tersebut frekuensinya tiga kali dalam seminggu. Pihaknya mencatat jumlah wisatawan asal China ke Bali rata-rata per hari mencapai 3.300 orang.
"Ini menjadi atensi kami secara khusus karena pada satu sisi di Bali tidak boleh terganggu secara pariwisata, namun juga harus diimbangi upaya mitigasi penyebaran virus corona untuk mencegah virus itu masuk Bali," ujar Arie. (tribunnetwork/gen/tribunbali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pelabuhan-diperketat-antisipasi-corona.jpg)