Predator Seks di Tulungagung Diduga Menjual Korban kepada Sesama Gay
Predator seks di Tulungagung, MH, diduga menjual korbannya kepada sesama gay. Dugaan muncul karena sebagian korban merupakan korban serupa pelaku lain
TRIBUNBANYUMAS.COM, TULUNGAGUNG - Predator seks asal Tulungagung, M Hasan alias MH, diduga juga memperdagangkan para korban yang dicabulinya, ke kalangan sesama gay.
Diketahui, MH yang sehari-hari mempunyai usaha warung kopi ini merupakan ketua ikatan gay Tulungagung (Igata).
Dugaan memperdagangkan korban ini muncul lantaran korban MG, diketahui juga merupakan korban perbuatan serupa oleh pelaku lain yang telah lebih dulu diringkus polisi.
• Predator Seks Ketua Gay Tulungagung Cabuli 11 Anak di Bawah Umur. Ini Akhir Kisah Pelariannya
• Sebut Kanker Mulut Rahim Pembunuh Wanita Nomor 1, Ini Pesan dr Boyke ke Bidan Purbalingga
• Bayar Persalinan dengan Uang Koin Rp Seribuan, Pasutri Ini Terkejut Uangnya Dikembalikan Puskesmas
• Pencuri Spesialis Ternak Sapi Kebumen Diringkus Polisi, Kerugian Sampai Puluhan Juta Rupiah
Hal ini diungkapkan oleh Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung.
ULT PSAI saat ini mendampingi tiga korban pencabulan MH, yang diduga diperdagangkan di antara komunitas penyuka sesama jenis.
Sebab dari tiga korban ini, mereka juga pernah menjadi korban Roni alias Kabul, seorang predator anak penyuka sesama jenis asal Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.
• Sedia Payung Sebelum Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca di Kabupaten Cilacap, Selasa (21/1/2020)
Roni sudah ditangkap Polres Tulungagung pada akhir 2018.
“Jadi tiga korban ini, sebelumnya juga pernah menjadi korbannya Roni. Jadi seperti ada komunikasi antara mereka,” terang Koordinator ULT PSAI Tulungagung, Sunarto, senin (20/1/2020).
Sunarto menduga, para predator anak ini sengaja saling mengumpan para korban.
• Calon Perangkat Desa Ini Laporkan Kades Ke Ombudsman RI
Sehingga para korban ini mirip diperjualbelikan mirip layanan PSK, dibayar untuk dicabuli.
Namun ULT PSAI kesulitan untuk melakukan penelusuran, karena alurnya berbelit-belit.
“Jadi korban dilempar di antara pelaku ini. Mereka saling berbagi, membayar korban untuk dicabuli,” sambung Sunarto.
• Meningal di Atas Kapal, Jenazah ABK Indonesia Ini Dibuang ke Tengah Lautan. Terungkap Alasannya
Dari pengakuan korban, Hasan memberikan imbalan usai melakukan aktivitas seksual.
Biasanya korban yang berusia SMP ini diberi uang Rp 75.000 hingga Rp 150.000.
Mereka kenal dengan Hasan saat nongkrong di warung kopi.
• Terbukti Terima Suap, Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
“Para korban ini rata-rata bermasalah dalam pengasuhan. Mereka masih usia pelajar, namun sudah tidak sekolah,” pungkas Sunarto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ketua-gay-tulungagung.jpg)