Senin, 11 Mei 2026

Mengenal Kraca, Kuliner Khas Banyumasan Berbahan Dasar Keong

Bagi sebagian orang, keong adalah hama. Namunn di Banyumas, tepatnya di Purwokerto, keong bisa menjadi olahan nikmat: Kraca

Tayang:
TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati
Penampakan kraca, olahan dari keong, makanan khas Banyumas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bagi sebagian orang, keong biasanya dianggap hama bagi para petani di sawah. Tetapi siapa sangka, makhluk kecil bercangkang ini dapat menjadi olahan makanan yang sedap. 

Warga Banyumas menyebut olahan keong tersebut dengan sebutan 'Kraca'.

Nyatanya, banyak masyarakat yang suka dengan olahan keong tersebut. 

Soto Kriyik Bu Karsini Kuliner Khas Melegenda di Purbalingga. Apa Bedanya dengan Soto Banyumas?

Bupati Banyumas Berharap TribunBanyumas.com Jadi Corong Potensi Wisata dan Investasi

Banyumas Masih Menjadi Pemegang Rekor Dunia Soal Mendoan, Siapa yang Bisa Menyaingi?

Tak Perlu Jauh-jauh ke Bandung, Banyumas Juga Punya Golden Bridge, di Sini Lokasinya

Jika anda berkunjung ke wilayah Kabupaten Banyumas, maka akan dengan mudah mendapati kraca.

Ada salah satu tempat penjual kraca yang sudah tersohor, khususnya di wilayah Purwokerto, Banyumas. 

Tempat itu adalah warung milik Khamlani (60) warga Jalan Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur.

Kraca yang dijual di warung Khamlani, di Jalan Kauman Lama, Purwokerto, belum lama ini.
Kraca yang dijual di warung Khamlani, di Jalan Kauman Lama, Purwokerto, belum lama ini. (TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati)

Cerita Pelaku Perdagangan Bayi, Dagangannya Tidak Laku Karena Tanggal Lahir Jelek

Pantas menyandang sebagai warung penjual kraca tersohor, sebab Khamlani sudah berjualan sejak 1995.

Pada hari-hari biasa, ia dapat menghabiskan sekira 25 kilogram keong untu dimasak.

Namun, ketika bulan puasa produksi kraca bisa naik berkali-kali lipat ketimbang hari biasa.

Cerita Pelaku Perdagangan Bayi, Dagangannya Tidak Laku Karena Tanggal Lahir Jelek

"Selama bulan puasa sehari setidaknya dapat memasak Kraca hingga 100 kilogram," ujar Lani (56) istri dari Khamlani kepada Tribunjateng.com, belum lama ini.

"Itu juga biasanya akan langsung habis hanya dalam waktu 3 jam saja," tambahnya.

Jika dalam sehari saja bisa memasak sampai 100 kilogram, maka dalam sebulan berati bisa mencapai 3 kwintal kraca.

Berbagai Kisah Misteri Situs Diduga Candi Ponjen Purbalingga yang Beredar di Masyarakat

Para pembeli biasanya membeli sesuai dengan pesanan. Terkadang ada yang membeli sampai 15 kilogram.

Pada hari-hari seeprti ini, para pembeli kebanyakan adalah para karyawan kantor selepas pulang kerja.

Keong sawah yang merupakan bahan utama pembuatan kraca, diperoleh dari daerah Pekalongan dan Demak.

Segarnya Menyeruput Soto Sokaraja Sutri di Banyumas, Simak Videonya

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved