Mengenal Kraca, Kuliner Khas Banyumasan Berbahan Dasar Keong
Bagi sebagian orang, keong adalah hama. Namunn di Banyumas, tepatnya di Purwokerto, keong bisa menjadi olahan nikmat: Kraca
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: yayan isro roziki
Meskipun berbahan utama keong, tetapi untuk menciptakan rasa yang berbeda, ditambahkan pula bahan masakan lain untuk menggugah selera.
"Harga satu kilogram kraca adalah Rp40 ribu, tetapi rata-rata pembeli banyak juga yang membeli setengah kilogram," jelasnya.
Proses memasak kraca tergolong tidak sederhana. Pertama keong mentah dicuci terlebih dahulu hingga bersih.
Setelah bersih, keong kemudian dilubangi pada bagian ujungnya. Tujuannya supaya menghilangkan kotoran sekaligus agar bumbu meresap ke dalam.
• Proyek Pengembangan Energi Panas Bumi Dieng Diklaim Aman Terhadap Lingkungan. DPR RI pun Mendukung
"Keong-keong kemudian direndam semalam. Pada pagi harinya keong kembali dicuci berkali- kali hingga bersih dan baru dimasak," paparnya.
Setelah benar-benar bersih dan terbebas dari kotoran-kotoran, barulah untuk memasaknya, bumbu- bumbu yang sudah dihaluskan ditumis.
Masukan keong-keong yang sudah dicuci bersih. Setelah bumbu meresap kemudian diberi air dan direbus hingga kurang lebih 4 sampai 5 jam.
• Hadapi Disrupsi Teknologi, Dishub Banyumas Gagas Angkutan Kota Online
Sambil beberapa kali diaduk untuk semakin meresapkan bumbu-bumbu kedalam daging keongnya.
Setelah 4 sampai 5 jam, maka kraca makanan khas Banyumas siap disantap.
Kraca makanan dari bahan dasar keong sawah memiliki citarasa yang lezat, pedas dan segar. Daging keong teksturnya lunak dan kenyal.
Proses pembuatan kraca di warung milik Khamlani semua dikerjakan sendiri.
• Wisata Lereng Gunung Slamet Lembah Asri Purbalingga Tawarkan Destinasi Sejuk dan Lengkap
Khamlani mengaku justru takut jika dikerjakan oleh orang lain sebab, rasanya bisa kurang pas.
Bahkan menurutnya hal penting yang mesti diperhatikan adalah suasana hati ketika memasak.
"Pernah ada yang coba beli resep untuk buat kraca tahun 2015 an. Tetapi ketika diberi resep rasanya tetap beda, satu resep tapi tangannya beda jadi rasanya juga tidak sama," ujarnya.
• Festival Kopi Gunung Slamet : Upaya Menyeragamkan Cita Rasa Kopi Tertinggi di Jateng
• Kisah Magis Pendopo Si Pandji Diboyong dari Banyumas ke Purwokerto Tanpa Melintasi Sungai Serayu
• Meninggal di Atas Kapal, Jenazah ABK Indonesia Ini Dibuang ke Tengah Lautan. Terungkap Alasannya
• Jejak Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso, Pernah Hebohkan Dieng hingga Tinggal di Pinggir Rel
Secara tampilan kraca mungkin sedikit terlihat menjijikan. Tetapi jika sudah mencicipi pasti akan membuat ketagihan.
Bukan hanya sedap, kraca juga memiliki khasiat terutama bagi ibu hamil untuk menambah protein, penyakit kuning atau liver dan sariawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kraca-keong.jpg)