Banyumas
Kick Off Pagi dan Bayar Lisensi, Hotel di Banyumas Ragu Nobar Pildun
Kick-off pagi hari dan berbayarnya lisensi buat PHRI Banyumas belum pastikan agenda nobar Piala Dunia 2026 di hotel, Senin (1/6).
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas belum memastikan adanya agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
- Ketua PHRI Banyumas, Irianto, menyebut belum ada laporan dari anggota terkait acara tersebut.
- Faktor lisensi siaran berbayar serta jadwal kick-off laga yang mayoritas berlangsung pada pagi hari menjadi alasan utama sejumlah hotel menunda atau mengurungkan niat menggelar nobar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas hingga saat ini belum bisa memastikan siapa saja anggotanya yang akan menggelar acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Sejauh ini, belum ada diskusi maupun laporan resmi dari pihak pengelola hotel dan restoran yang akan menyelenggarakan nobar turnamen sepak bola akbar tersebut.
Sebagai informasi, kick off Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 11 Juni 2026 mendatang.
Baca juga: Hotel dan Restoran di Banyumas Belum Ada Info Menggelar Nobar Piala Dunia 2026
Televisi Republik Indonesia (TVRI) rencananya akan menyiarkan pertandingan kompetisi empat tahunan ini mulai 11 Juni hingga partai final pada 19 Juli 2026.
Ketua PHRI Banyumas, Irianto, mengatakan bahwa pada edisi turnamen sebelum-sebelumnya, biasanya hotel-hotel akan menggelar acara nobar di sejumlah fasilitas mereka seperti di coffee shop dan restoran. Tetapi, penyelenggaraan tersebut sifatnya murni untuk memfasilitasi pengunjung coffee shop dan restoran yang sedang bersantai.
"Tapi sampai hari ini belum ada obrolan dan laporan teman-teman yang berencana nobar Piala Dunia," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/6/2026).
Lebih lanjut, Irianto mengatakan bahwa hotel yang dikelolanya sendiri, yakni Hotel Moro Seneng, sepertinya tidak akan menggelar nobar Piala Dunia 2026. Hal itu dikarenakan belum adanya persiapan matang dari pihak manajemen, dan biasanya acara komersial semacam itu mengharuskan pihak hotel untuk mendaftar serta membayar biaya lisensi.
Tantangan lainnya adalah soal zona waktu pertandingan yang dirasa kurang pas untuk bisnis hiburan di Indonesia.
"Hotel kami sepertinya tidak menggelar nobar Piala Dunia. Apalagi untuk kick off-nya kalau tidak salah saat pagi hari," ungkapnya. (fba)
| Pegawai Resign Usai Jual Produk Fiktif, 13 Pensiunan Rugi 1,8 Miliar |
|
|---|
| Simpan Ranting Ganja Ratusan Gram, Kentung Diciduk Polisi di Wangon |
|
|---|
| Disambut 28 Perwakilan Pedagang, Tarif Pasar Banyumas Batal Naik 300 Persen |
|
|---|
| Berburu Brong Hingga Subuh, Polresta Banyumas Sita 194 Kendaraan |
|
|---|
| Tak Pernah Ditanya Menteri, Sadewo Target 27 Kursi DPRD Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260529-nobar-sepak-bola-di-alun-alun-jepara.jpg)