Wonosobo
Angin Kencang Ngamuk di Krasak Wonosobo, Atap Masjid An Nur Rusak
Hujan angin 2 jam landa Wediasin, Wonosobo, Selasa (14/4/2026). Tiga rumah warga dan satu masjid rusak, serta pohon timpa jaringan PLN.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Hujan deras dan angin kencang melanda Dusun Wediasin, Selomerto, Wonosobo, pada Selasa (14/4/2026) selama kurang lebih dua jam.
- Tiga rumah warga dilaporkan rusak ringan, sementara atap halaman Masjid An Nur mengalami kerusakan sedang.
- Sebuah pohon tumbang menutup jalan penghubung antardusun dan menimpa jaringan listrik PLN hingga memutus aliran listrik.
- BPBD Wonosobo memastikan tidak ada korban jiwa, dengan total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Dusun Wediasin, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (14/4/2026).
Cuaca ekstrem yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut mengakibatkan sejumlah rumah milik warga setempat mengalami kerusakan.
Dampak Cuaca Ekstrem
Baca juga: Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang
Selain merusak permukiman, kejadian nahas tersebut juga menyebabkan terganggunya akses jalan utama akibat adanya pohon tumbang.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, melaporkan bahwa dampak paling signifikan terjadi pada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan di bagian bangunan.
Tercatat, ada tiga rumah warga yang terdampak, yakni milik Trima di RT 04 RW 04, Nurkholis di RT 07 RW 04, dan Mudah yang beralamat di RT 02 RW 04.
"Ketiga rumah warga yang terdampak mengalami kerusakan ringan," ungkapnya.
Kerusakan Fasilitas Umum
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum tempat ibadah, yakni di bagian atap halaman Masjid An Nur yang terletak di RT 07 RW 04.
"Untuk masjid ini mengalami kerusakan kategori sedang akibat terpaan angin kencang," lanjutnya.
Tidak hanya merusak bangunan permanen, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan sebuah pohon besar tumbang yang akhirnya menutup total akses jalan penghubung antara Dusun Wediasin dan Dusun Larangan.
Pohon yang tumbang tersebut bahkan turut menimpa jaringan kabel listrik milik PLN, sehingga mengakibatkan aliran listrik di sekitar lokasi kejadian sempat terputus.
Imbauan Waspada Bencana
Pihak BPBD Wonosobo memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam insiden alam ini.
Meski demikian, total kerugian material yang dialami warga akibat rentetan cuaca ekstrem ini ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.
Saat ini, proses penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat.
"Proses evakuasi material pohon tumbang dan perbaikan jaringan listrik juga sedang dalam penanganan," ucapnya.
Merespons situasi ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi kapan saja di wilayah Wonosobo. (ima)
| Sentil Kebiasaan Saat Bencana, BPS Wonosobo Gembleng 3 Desa Melek Data |
|
|---|
| Sukses Sedot 350 Ribu Turis Lewat Festival Balon, Wonosobo Legalkan Puluhan Grup Seni |
|
|---|
| Guru Ketahuan Ngonten Bakal Ditegur, Pemkab Wonosobo Resmi Batasi Main HP di Sekolah |
|
|---|
| Wamentan Pamer Setop Impor Beras di Ajang Kontes Sapi Raksasa Wonosobo |
|
|---|
| Jejak Kaki Bongkar Pencurian Sembako Rp526 Juta di Selomerto Wonosobo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260414-evakuasi-pohon-tumbang-selomerto.jpg)