Jumat, 15 Mei 2026

Banyumas

Viral Remaja di Banyumas Dipukul Gara-gara Mokel Puasa di Lapangan

Beredar video viral remaja di Pekuncen, Banyumas dipukul karena ketahuan mokel puasa di lapangan, Jumat (20/2). Polisi usut kasus tersebut.

Tayang:
ISTIMEWA
REMAJA KETAHUAN MOKEL PUASA: Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap remaja karena kedapatan makan siang atau mokel saat bulan puasa di lapangan Desa Pasiraman Kidul, Pekuncen, Banyumas, Jumat (20/2/2026). (TRIBUN BANYUMAS/TANGKAPAN LAYAR INSTAGRAM) 

Ringkasan Berita:
  • Beredar video viral berdurasi 27 detik di media sosial yang memperlihatkan aksi penganiayaan remaja di Desa Pasiraman Kidul, Banyumas.
  • Aksi pemukulan dipicu karena korban kedapatan sedang makan siang alias mokel di bulan Ramadan secara sembunyi-sembunyi.
  • Polisi telah menelusuri kasus ini dan berencana mengupayakan penyelesaian lewat jalur restorative justice karena pelaku masih berstatus pelajar.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Sebuah video penganiayaan yang melibatkan sejumlah remaja di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas viral di media sosial.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan warganet karena dipicu oleh aksi dua remaja yang kedapatan makan saat siang hari di bulan Ramadan atau yang akrab dikenal dengan istilah mokel.

Video berdurasi 27 detik itu diunggah oleh akun Instagram @switsweeet yang berkolaborasi dengan @banyumas24jam.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Banyumas, Minggu 22 Februari 2026

Dalam video tersebut, terlihat sekelompok remaja sedang terlibat konflik di sebuah area lapangan. Dua remaja tampak sedang makan nasi bungkus di salah satu sudut lapangan.

Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka dipukul pada bagian belakang kepala sebanyak dua kali oleh remaja lainnya.

Dari percakapan yang terdengar dalam video, remaja yang melakukan pemukulan mengaku tidak terima wilayahnya digunakan untuk makan secara sembunyi-sembunyi saat waktu puasa.

Aksi tersebut sontak menuai banyak komentar dari warganet yang menyayangkan tindakan kekerasan itu. Banyak yang menilai pemukulan tersebut merupakan tindakan yang berlebihan.

Polisi Lakukan Penelusuran

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang viral tersebut.

Ia mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran setelah menerima informasi mengenai video yang beredar luas di media sosial.

"Awalnya Polsek mendapat informasi tentang video viral tersebut, kemudian melakukan penyelidikan mengenai orang-orangnya dan tempat lokasinya ternyata di wilayah Pekuncen," kata Slamet kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (21/2/2026).

Setelah ditelusuri, polisi akhirnya berhasil menemukan identitas dua remaja yang menjadi korban dalam video tersebut.

Kepada polisi, keduanya mengaku tidak kuat menjalankan puasa sehingga memutuskan untuk makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul.

"Kemudian kami menemui korban. Terus kita tanya motifnya, korban orang Desa Pekuncen karena tidak tahan berpuasa kemudian makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul," jelasnya.

Motif Pelaku Pemukulan

Saat keduanya tengah asyik makan, sekelompok remaja warga setempat menghampiri dan langsung menegur mereka.

Para remaja tersebut mengaku tidak terima karena merasa perbuatan korban dapat mencoreng nama desa mereka.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved