Sabtu, 2 Mei 2026

Banyumas

Telaga Sunyi Berubah Cokelat, Banjir Lumpur Terjang Banyumas

Hujan deras guyur Banyumas, Telaga Sunyi dan Sungai Kali Pangkon diterjang banjir lumpur setinggi 90 cm. BPBD lakukan kaji cepat di hulu.

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Kondisi aliran Sungai Kali Pangkon di kawasan Telaga Sunyi, Desa Limpakuwus, Banyumas yang berubah keruh dan berlumpur, Sabtu (24/1/2026). BPBD mengimbau warga menjauhi sungai sementara waktu. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan intensitas tinggi sejak Jumat hingga Sabtu (24/1/2026) pagi menyebabkan Sungai Kali Pangkon dan Kalipelus di Desa Limpakuwus meluap membawa material lumpur.
  • Luapan air setinggi 70-90 cm terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, mengubah air di objek wisata Telaga Sunyi yang biasanya jernih menjadi keruh kecokelatan.
  • BPBD Banyumas melakukan kaji cepat dan penyusuran ke wilayah hulu (atas) untuk memastikan penyebab dan potensi bahaya susulan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pemandangan berbeda terlihat di kawasan wisata Telaga Sunyi dan aliran Sungai Kali Pangkon, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (24/1/2026).

Air sungai yang biasanya jernih kini berubah keruh bercampur lumpur pekat.

Perubahan kondisi air ini terjadi pasca hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumbang dan sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Baca juga: Banjir Lumpur Gunung Slamet, Ribuan Ikan di Banyumas Mati

Debit air dilaporkan sempat meningkat tajam hingga meluap ke area sekitar bantaran sungai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Ketinggian luapan air tercatat mencapai 70 hingga 90 sentimeter dengan membawa material tanah yang cukup tebal.

Meski sempat mengkhawatirkan, BPBD memastikan lokasi luapan sungai cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan kerusakan rumah maupun korban jiwa.

"Untuk saat ini kondisi sudah surut, dan tidak menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasi aliran sungai cukup jauh dari permukiman," ungkap salah satu petugas di lapangan.

BPBD Cek Hulu

Merespons kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan assessment atau kaji cepat.

Koordinasi dengan Muspika Kecamatan Sumbang juga terus dilakukan untuk memantau situasi.

"Ini lagi proses kaji cepat di semua wilayah Banyumas. Kita tunggu tim yang menyusuri wilayah atas (hulu)," ucap Dwi Irawan.

Langkah penyusuran ke wilayah atas dilakukan untuk mendeteksi potensi sumbatan atau longsoran yang menjadi pemicu keruhnya air.

Hingga Sabtu siang, meski debit air sudah surut, warna sungai masih tampak keruh akibat endapan lumpur yang terbawa arus.

Masyarakat dan wisatawan di sekitar lokasi diimbau untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di badan sungai.

Potensi bahaya susulan masih mungkin terjadi mengingat cuaca yang belum menentu. (jti)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved