Banyumas
Pangki Soroti Pajak Hotel, Dorong OPD Banyumas Maksimalkan PAD
Ketua DPD Partai Golkar Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, mendorong seluruh OPD memaksimalkan PAD dari sektor pajak hotel dan hiburan.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Kalangan legislatif mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Banyumas, khususnya Bapenda, untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Arief Dwi Kusumawardhana menyoroti masih banyaknya tempat hiburan dan hotel yang belum optimal menyetorkan pajak, meski mematok harga yang seolah-olah sudah kena pajak.
- Optimalisasi PAD dinilai sangat krusial dan mendesak untuk menutup lubang defisit akibat adanya pemotongan atau efisiensi anggaran di pemerintahan daerah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Anggota DPRD Banyumas Komisi III Arief Dwi Kusumawardhana, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas agar lebih serius memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut ditegaskan oleh Arief aka Pangki saat menjadi narasumber dalam program podcast di Studio Tribun Banyumas, Purwokerto, Kamis (23/4/2026).
Maksimalkan Pendapatan Daerah
Baca juga: Dorong Bupati Sadewo, Golkar Banyumas Dukung Program Pro-Rakyat
Menurut Arief, peran OPD sebagai mesin penggerak pemerintahan sangat vital dalam menggali pundi-pundi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal.
"Hari ini kita butuh sekali OPD yang menjadi peranti bisa memaksimalkan pendapatan. Karena Komisi III (DPRD) merasa butuh hasil yang maksimal. Ketika hal ini dimainkan (dikelola) dengan betul, kita bisa sangat mengoptimalkan pendapatan daerah," tegasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya di legislatif telah melakukan evaluasi bersama instansi terkait untuk melihat progres serapan pendapatan.
"Kemarin kita bertemu Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), alhamdulillah ada kenaikan. Tapi menurut saya, potensinya bisa jauh lebih dari itu. Saat ini penyumbang paling besar memang dari sektor pariwisata," jelasnya.
Optimalisasi Pajak Hiburan
Meski ada tren positif, Arief memberikan catatan kritis terkait potensi kebocoran pendapatan.
Pihaknya secara khusus ingin mendorong optimalisasi PAD yang bersumber dari pajak hotel dan tempat hiburan malam.
Dari hasil pantauannya di lapangan, Arief menyayangkan masih banyaknya pelaku usaha nakal yang belum taat pajak.
"Kami ingin mendorong juga optimalisasi PAD di hotel dan tempat hiburan. Kita turun langsung ke hotel dan tempat hiburan, itu masih banyak yang tidak mengoptimalkan pajak hiburan. Harganya (ke konsumen) seolah-olah sudah kena pajak, tapi padahal belum disetorkan," bebernya menyoroti modus tersebut.
Tutup Pemotongan Anggaran
Temuan-temuan minor di lapangan seperti itulah yang terus disuarakan oleh Arief dan rekan-rekannya di legislatif agar segera ditindaklanjuti secara tegas oleh dinas terkait.
Ia meminta agar OPD memiliki ketegasan dalam menarik retribusi dan pajak demi kelangsungan pembangunan di wilayah Banyumas.
"Kita temukan hal seperti itu, langsung saya sampaikan. Kita ingin ada OPD yang benar-benar bisa memaksimalkan penarikan ini. Apalagi saat ini kita berada di tengah pemotongan anggaran. Sehingga suntikan PAD ini diharapkan bisa menutup anggaran-anggaran yang terkena imbas efisiensi," pungkasnya. (fba)
| Tepis Stigma Partai Tua, Ketua Golkar Banyumas: Kami Rangkul Anak Muda |
|
|---|
| Punya Akses Tapi Belum Paham, Adisatrya Ajari UMKM Banyumas Jadi Nasabah Cerdas |
|
|---|
| Dikendalikan Bos Boncel, Pemuda Purbalingga Sebar Sabu Sistem Tempel di Sokaraja |
|
|---|
| Suhu Kawah Tembus 478 Derajat, Gempa Gunung Slamet Melonjak 10 Kali Lipat |
|
|---|
| Awas Bui Menanti, Pakar Unsoed Desak RSUD Banyumas Kembalikan Belasan Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260423-banyumas-podcast-arief-golkar-pad.jpg)