Jumat, 24 April 2026

Banyumas

Pangki Soroti Pajak Hotel, Dorong OPD Banyumas Maksimalkan PAD

Ketua DPD Partai Golkar Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, mendorong seluruh OPD memaksimalkan PAD dari sektor pajak hotel dan hiburan.

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
OPTIMALISASI PAD BANYUMAS: Ketua DPD Partai Golkar Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, saat memberikan pandangannya terkait tata kelola keuangan daerah dalam acara podcast di Studio Tribun Banyumas, Kamis (23/4/2026). Arief mendorong Bapenda dan jajaran OPD terkait untuk memperketat pengawasan pajak hotel dan tempat hiburan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah situasi efisiensi anggaran. 
Ringkasan Berita:
  • Kalangan legislatif mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Banyumas, khususnya Bapenda, untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  • Arief Dwi Kusumawardhana menyoroti masih banyaknya tempat hiburan dan hotel yang belum optimal menyetorkan pajak, meski mematok harga yang seolah-olah sudah kena pajak.
  • Optimalisasi PAD dinilai sangat krusial dan mendesak untuk menutup lubang defisit akibat adanya pemotongan atau efisiensi anggaran di pemerintahan daerah.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Anggota DPRD Banyumas Komisi III Arief Dwi Kusumawardhana, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas agar lebih serius memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut ditegaskan oleh Arief aka Pangki saat menjadi narasumber dalam program podcast di Studio Tribun Banyumas, Purwokerto, Kamis (23/4/2026).

Maksimalkan Pendapatan Daerah

Baca juga: Dorong Bupati Sadewo, Golkar Banyumas Dukung Program Pro-Rakyat

Menurut Arief, peran OPD sebagai mesin penggerak pemerintahan sangat vital dalam menggali pundi-pundi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal.

"Hari ini kita butuh sekali OPD yang menjadi peranti bisa memaksimalkan pendapatan. Karena Komisi III (DPRD) merasa butuh hasil yang maksimal. Ketika hal ini dimainkan (dikelola) dengan betul, kita bisa sangat mengoptimalkan pendapatan daerah," tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya di legislatif telah melakukan evaluasi bersama instansi terkait untuk melihat progres serapan pendapatan.

"Kemarin kita bertemu Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), alhamdulillah ada kenaikan. Tapi menurut saya, potensinya bisa jauh lebih dari itu. Saat ini penyumbang paling besar memang dari sektor pariwisata," jelasnya.

Optimalisasi Pajak Hiburan

Meski ada tren positif, Arief memberikan catatan kritis terkait potensi kebocoran pendapatan.

Pihaknya secara khusus ingin mendorong optimalisasi PAD yang bersumber dari pajak hotel dan tempat hiburan malam.

Dari hasil pantauannya di lapangan, Arief menyayangkan masih banyaknya pelaku usaha nakal yang belum taat pajak.

"Kami ingin mendorong juga optimalisasi PAD di hotel dan tempat hiburan. Kita turun langsung ke hotel dan tempat hiburan, itu masih banyak yang tidak mengoptimalkan pajak hiburan. Harganya (ke konsumen) seolah-olah sudah kena pajak, tapi padahal belum disetorkan," bebernya menyoroti modus tersebut.

Tutup Pemotongan Anggaran

Temuan-temuan minor di lapangan seperti itulah yang terus disuarakan oleh Arief dan rekan-rekannya di legislatif agar segera ditindaklanjuti secara tegas oleh dinas terkait.

Ia meminta agar OPD memiliki ketegasan dalam menarik retribusi dan pajak demi kelangsungan pembangunan di wilayah Banyumas.

"Kita temukan hal seperti itu, langsung saya sampaikan. Kita ingin ada OPD yang benar-benar bisa memaksimalkan penarikan ini. Apalagi saat ini kita berada di tengah pemotongan anggaran. Sehingga suntikan PAD ini diharapkan bisa menutup anggaran-anggaran yang terkena imbas efisiensi," pungkasnya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved