Banyumas
Arief Sebut Golkar Partai Paling Terbuka Tanpa Sistem Trah
Ketua DPD Partai Golkar Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, menegaskan bahwa partainya merupakan wadah politik paling demokratis dan terbuka.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD Partai Golkar Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, menyebut partainya sebagai partai yang paling demokratis karena pergantian kepemimpinan berjalan lancar.
- Arief membuktikan sistem kaderisasi Golkar tidak memandang trah atau keturunan, dengan mencontohkan dirinya yang berasal dari keluarga buruh bangunan.
- Ke depannya, Golkar Banyumas akan tampil lebih progresif dan siap memunculkan figur-figur politisi muda potensial pada Pemilu 2029 mendatang.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Banyumas yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPRD Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, menegaskan identitas partainya sebagai wadah politik yang terbuka bagi siapa saja.
Pernyataan menarik tersebut disampaikannya saat menjadi bintang tamu dalam program podcast di Studio Tribun Banyumas, Purwokerto, Kamis (23/4/2026).
BBM Subsidi Bertahan
Baca juga: Pangki Soroti Pajak Hotel, Dorong OPD Banyumas Maksimalkan PAD
Sebelum berbicara lebih jauh mengenai kepartaian, pria yang akrab disapa Pangki itu sempat menyinggung apresiasinya terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait ketahanan energi dan harga bahan bakar.
"Syukur paling utama adalah BBM subsidi tidak naik. Pertamax harganya murah, lalu Pertalite juga tidak naik. Walaupun memang harga solar mengalami kenaikan," ungkapnya membuka pembicaraan.
Partai Paling Demokrasi
Lebih lanjut, Arief menyoroti dinamika internal di tubuh Partai Beringin tersebut.
Ia membanggakan sistem kaderisasi partainya yang berjalan sangat dinamis dan memberikan ruang kebebasan berekspresi bagi setiap kadernya.
"Golkar itu sirkulasinya jalan. Kalau bicara soal demokrasi, ya ada di Golkar. Pergantian ketua umum berjalan (dengan lancar)," paparnya.
Arief juga menepis keras anggapan miring bahwa perpolitikan saat ini hanya dikuasai oleh segelintir elite yang memiliki jalur keturunan bangsawan politik.
Ia menekankan bahwa keberhasilannya menduduki kursi ketua partai tingkat kabupaten membuktikan bahwa Golkar bersih dari sistem dinasti yang kaku.
"Ini bicara fakta demokrasi. Nyatanya, partai yang paling terbuka, benar-benar menerapkan demokrasi, dan tidak ada sistem trah-trahan (dinasti keturunan penguasa), ya hanya Partai Golkar," tambahnya.
Siap Tampil Progresif
Dengan landasan demokrasi internal yang kuat tersebut, Arief meyakini masa depan partainya di Banyumas akan semakin cerah dan menjanjikan.
Ia tengah menyiapkan barisan kader-kader muda yang melek politik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai.
"Golkar saat ini lebih progresif. Ke depannya sudah jauh lebih jelas. Kita lihat saja nanti figur anak-anak muda yang akan tampil mewarnai Partai Golkar pada Pemilu 2029 mendatang," pungkasnya dengan nada optimis. (fba)
| Bunyi Gemeretak Dini Hari, Kantin SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto Ludes |
|
|---|
| Cari Kebaikan, Pengusaha Beli Perkutut Gunung Slamet Rp70 Ribu |
|
|---|
| Incar Pajak Homestay dan Hiburan, DPRD Banyumas Beri Catatan LKPJ 2025 |
|
|---|
| Syuting FTV di Baturraden, Eza Gionino cs Pamerkan Pesona Sendang Mulya |
|
|---|
| Kunci Menggantung di Kos Ledug, Motor Genio Mahasiswi Digasak Pria Sokaraja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260423-banyumas-podcast-arief-golkar-demokrasi.jpg)